Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara akan memberikan gaji kepada para petani melalui skema padat karya untuk memulihkan sawah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini diambil guna menjamin produksi pangan nasional tetap terjaga.
"Melalui skema ini, petani tidak hanya memulihkan lahan pertanian, tetapi juga memperoleh pendapatan selama proses pemulihan berlangsung. Ini adalah perintah langsung Bapak Presiden," tegas Mentan Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Amran menjelaskan, sawah yang rusak akan diperbaiki langsung oleh pemilik lahan. Pemerintah pusat akan menanggung seluruh biaya tenaga kerja, pengolahan tanah, bantuan benih gratis, hingga perbaikan infrastruktur irigasi.
"Jadi, saudara-saudara kita punya pendapatan harian yang cukup untuk kebutuhan keluarga sembari bekerja di sawahnya sendiri," tambahnya.
Data Kerusakan dan Target Pemulihan Berdasarkan data Kementan, total kerusakan lahan sawah akibat bencana alam di ketiga provinsi tersebut mencapai 98.002 hektare. Rinciannya meliputi:
- Aceh: 54.233 hektare (tersebar di 21 kabupaten/kota).
- Sumatera Utara: 37.318 hektare (tersebar di 15 kabupaten/kota).
- Sumatera Barat: 6.451 hektare (tersebar di 14 kabupaten/kota).
Dari total tersebut, lahan dengan kriteria rusak ringan dan sedang mencapai 69.240 hektare. Di Aceh saja, pemerintah memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja mencapai 200.000 Hari Orang Kerja (HOK) yang akan dibayar secara harian.
Target Selesai dalam Tiga Bulan Kementan memprioritaskan rehabilitasi pada lahan berkategori rusak ringan hingga sedang. Tahap pengerjaan awal ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026 dengan sasaran luas 13.708 hektare di tiga provinsi tersebut.
"Kami mulai dari yang ringan dan sedang terlebih dahulu. Sekitar 90 hingga 95 persen akan kami selesaikan lebih dulu. Targetnya, maksimal dalam tiga bulan sudah selesai," pungkas Mentan.
Pemerintah berharap, dengan keterlibatan aktif petani melalui sistem padat karya ini, fase pemulihan sektor pertanian di Sumatera dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. (Antara)
- Uni Eropa Desak Israel Hentikan Proyek Permukiman E1, Sebut Sebagai Provokasi Serius

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F17%2Fb3080bbae523a663684bf6ff6a3c089c-cropped_image.jpg)

