Aceh, VIVA – Wilayah Aceh masih berupaya bangkit setelah rangkaian bencana alam melanda pada akhir November 2025. Banjir bandang, luapan sungai, serta tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di bagian utara dan tengah Pulau Sumatera meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, dua wilayah yang terdampak paling parah, ribuan warga masih menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan lingkungan tempat tinggal mereka. Scroll untuk info selengkapnya, yuk!
Aktivitas warga perlahan mulai kembali berjalan, namun kondisi di lapangan menunjukkan proses pemulihan belum sepenuhnya rampung. Kerusakan rumah, fasilitas umum, serta persoalan sanitasi menjadi pekerjaan rumah utama. Banyak keluarga masih bergantung pada bantuan untuk kebutuhan sehari-hari seperti pangan, air bersih, hingga perlengkapan tidur dan kebersihan diri.
Di tengah situasi tersebut, berbagai pihak turut memberikan dukungan kemanusiaan. Salah satunya melalui penyaluran bantuan senilai Rp2,5 miliar yang secara simbolis diserahkan kepada Pemerintah Daerah Aceh dalam agenda “Serah Terima Donasi TMT Group untuk Korban Bencana di Aceh”. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Direktur Utama PT Tiara Marga Trakindo (TMT), Muki Hamami, menyampaikan bahwa dampak bencana kali ini dirasakan sangat luas oleh masyarakat Aceh.
“Bencana ini berdampak sangat luas terhadap masyarakat. Karena itu melalui program ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga dan mendukung proses pemulihan di Aceh agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak,” ujar Muki dalam keterangannya, dikutip Sabtu 17 Januari 2026.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan esensial yang saat ini masih dibutuhkan warga terdampak. Mulai dari paket sembako, perlengkapan tempat tinggal darurat, alat masak, perlengkapan kebersihan diri, pakaian dalam, hingga perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut. Selain itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk pengadaan air bersih, alat kebersihan rumah, serta upaya pembersihan puing-puing sisa bencana.
Menurut Corporate Communication TMT, Rani Hartanti, aspek kesehatan dan sanitasi menjadi perhatian utama dalam proses pemulihan.




