Trump: Pembunuhan di Iran Telah Berhenti — Menkeu AS: Elite Iran Selundupkan Dana ke Luar Negeri

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Situasi di Iran masih belum mereda. Pada Rabu (14 Januari) malam, otoritas Iran secara tiba-tiba menutup wilayah udaranya selama lima jam, namun saat ini telah dibuka kembali. Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan Iran telah mentransfer sejumlah besar dana ke luar negeri. 

Berikut laporan langsung dari koresponden kami di Washington, Zhang Liang.

Zhang Liang: “Presiden Trump pada Rabu sore menulis di media sosial bahwa ia telah diberitahu bahwa tindakan penindasan dan pembunuhan terhadap para demonstran di Iran sedang berkurang, meskipun ketegangan antara Teheran dan Washington masih sangat tinggi.

Menteri Luar Negeri Iran, Araqchi, pada 14 Januari dalam wawancara dengan media Amerika mengatakan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki rencana untuk menggantung para demonstran. Ia juga menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat protes bukan 12.000 orang, melainkan hanya ratusan.

Namun, seorang pria yang melarikan diri dari Iran ke Turki memberikan kesaksian langsung, menegaskan bahwa masyarakat di luar Iran sangat sulit mengetahui berapa banyak demonstran yang sebenarnya telah dibunuh oleh rezim Iran.

Presiden Trump menyatakan bahwa ia memilih untuk mengambil sikap menunggu dan melihat. Mari kita simak pernyataannya.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump:  “Kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti. Benar-benar berhenti. Dan tidak ada rencana eksekusi, juga tidak ada eksekusi yang dilakukan. Ini adalah informasi yang saya peroleh dari sumber yang dapat dipercaya. Kami akan memastikan kebenarannya. Saya percaya, jika hal itu benar-benar terjadi, kita semua akan sangat sedih—termasuk Anda semua. Namun informasi yang saya terima dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa pembunuhan telah berhenti, dan sudah berhenti selama beberapa hari. Kami akan terus melaporkan perkembangan terbaru.”

Zhang Liang:  “Ada pula kabar bahwa sebuah kapal induk milik militer AS sedang berlayar menuju kawasan Timur Tengah dan diperkirakan akan tiba dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara itu, sejumlah pejabat Israel mengungkapkan bahwa Trump telah memutuskan untuk ikut campur dalam situasi Iran, meskipun waktu dan skala tindakan tersebut masih belum jelas.

Para petinggi Iran tampaknya juga diam-diam tengah menyiapkan rencana darurat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Rabu menyatakan bahwa mereka telah menemukan otoritas Teheran memindahkan dana dalam jumlah besar ke luar Iran. Mari kita simak pernyataan Bessent.”

Menteri Keuangan AS Scott Bessent:  “Kami melihat tikus-tikus sedang melarikan diri dari kapal ini, karena kami dapat melihat jutaan hingga puluhan juta dolar sedang diam-diam dipindahkan ke luar negeri oleh kepemimpinan Iran. Mereka sedang meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri, dan kami akan melacak aset-aset tersebut. Mereka tidak akan bisa mempertahankan uang itu.”

Zhang Liang:  “Iran secara mendadak menutup wilayah udaranya pada Rabu malam selama hampir lima jam, dan kini telah dibuka kembali. Penutupan wilayah udara seperti ini juga pernah terjadi ketika Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran tahun lalu.” (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penerbangan Terakhir Langsung Tancap Gas, Penonton Hari Pertama Terbanyak ke-2 Setelah Alas Roban
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR Hilang di Maros Berjumlah 7 Orang
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Akhir Penyidikan Eggi Sudjana dalam Kasus Ijazah Jokowi: Bantah Permintaan Maaf dan Imbalan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Jelang Laga, PSIS vs Deltras Sama-sama Sesumbar untuk Merebut Poin
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Editorial MI: Jangan Remehkan Alarm Rupiah
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.