Salam Tribun Timur: Rumah Sakit dan Rasa Aman Warga

tribuntimur.com
1 bulan lalu
Cover Berita

TRIBUN-TIMUR.COM - Rencana pembangunan rumah sakit regional di Luwu dan Gowa patut diapresiasi sebagai upaya mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan.

Kehadirannya diharapkan memangkas jarak rujukan, menekan biaya, dan mempercepat penanganan medis bagi masyarakat yang selama ini harus bergantung pada rumah sakit di kota besar.

Secara perencanaan, ini terdengar ideal. Secara geografis, ini menjanjikan pemerataan. Namun pertanyaannya lebih dalam: apakah persoalan layanan kesehatan di Sulawesi Selatan benar-benar terletak pada jumlah rumah sakit? Atau justru pada kepekaan dan kepedulian sistem terhadap orang sakit?

Fakta di lapangan sering kali pahit. Masih terdengar cerita pasien yang ditolak, dipingpong, ditunda operasinya karena kekurangan obat dan alat, atau lambat dilayani karena urusan administrasi. Status BPJS kerap menjadi sekat tak kasat mata antara hak dan harapan.

Dalam kondisi darurat, formulir dan verifikasi sering terasa lebih berkuasa daripada rasa kemanusiaan. Di titik ini, rumah sakit tak lagi dipersepsi sebagai ruang penyelamat, melainkan ruang seleksi.

Pembangunan rumah sakit belakangan ini kerap lebih menyerupai etalase proyek ekonomi ketimbang ikhtiar tulus melayani kesehatan publik.

Di kawasan CPI dan Pantai Losari, rumah sakit tumbuh berdekatan seolah sedang berlomba mengisi ruang strategis kota, bukan menjawab peta kebutuhan layanan kesehatan warga.

Logika investasi, nilai lahan, dan citra kemegahan tampak lebih dominan dibanding pertimbangan distribusi layanan, kapasitas tenaga medis, atau kemampuan masyarakat mengakses pelayanan secara adil. 

Lebih ironis lagi, Sulawesi Selatan menyimpan catatan proyek rumah sakit yang mangkrak atau dihentikan operasionalnya akibat korupsi. Di sisi lain, aksi protes dokter dan tenaga kesehatan masih kerap terjadi, menandakan persoalan tata kelola dan kesejahteraan yang belum selesai. 

Karena itu, pembangunan rumah sakit regional harus disertai pembenahan sistem, pengawasan ketat, dan keberpihakan nyata pada pasien dan tenaga medis. Menambah rumah sakit penting, tetapi yang lebih mendesak adalah memastikan setiap rumah sakit benar-benar hadir ketika warga paling membutuhkan. Wassalam!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Gelar Doa Bersama di Command Center KM 29, Berharap Mudik Lebaran 2026 Lancar
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
7 Menteri Teken SKB, Indonesia Kini Miliki Pedoman Penggunaan AI di Pendidikan
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Pertamina Buka Sumber Impor Minyak Baru, Imbas Ketegangan di Selat Hormuz
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
6 Cara Hemat Bensin saat Mudik Lebaran 2026 Menurut Pakar ITB
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kakorlantas: Operasi Ketupat 2026 Amankan 5 Klaster Mudik, Tol-Tempat Wisata
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.