Pantau - Pemerintah Mesir melalui Kepala Badan Intelijen Umum, Hassan Rashad, menyatakan dukungan penuh terhadap Komite Administrasi Gaza, badan teknokratik yang baru dibentuk untuk mengelola wilayah Jalur Gaza secara administratif.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan resmi antara Rashad dengan Ketua Komite, Ali Abdel Hamid Shaath, dan sejumlah anggota lainnya di Kairo.
Komitmen Mesir untuk Stabilitas GazaRashad menegaskan kembali komitmen Mesir dalam memastikan keberhasilan tugas komite tersebut, yang dibentuk untuk mengambil alih kendali administratif penuh atas Gaza di tengah situasi pascakonflik.
Ketua Komite, Ali Shaath, menyampaikan apresiasi atas peran Mesir, terutama dalam:
Mendukung perjuangan rakyat Palestina
Menolak pengusiran paksa
Menjaga kesinambungan perjuangan nasional Palestina
Komite Dibentuk dalam Rangka Fase Perdamaian GazaPembentukan komite teknokratik ini diumumkan pada 14 Januari 2026, usai pertemuan antara faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik di Kairo.
Langkah ini bertepatan dengan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat, menyusul gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak 10 Oktober 2025.
Konflik Gaza: Korban Masih Terus BertambahMenurut data dari otoritas kesehatan Gaza, sejak 11 Oktober 2025, telah terjadi:
464 warga Palestina tewas
1.275 lainnya luka-luka
Sementara total korban konflik Gaza hingga 17 Januari 2026 tercatat:
71.548 orang tewas
171.353 orang luka-luka

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F18%2F5da9b2169a069e3b93710530323cda35-260118_ilustrasi_artemis.jpg)

