Masyarakat daratan Tiongkok semakin menaruh perhatian pada kejahatan pengambilan organ hidup yang dituduhkan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sebuah video di Douyin milik media partai yang mempromosikan seorang mahasiswi yang mendaftar sebagai donor organ kembali menjadi sorotan. Bukan hanya akun tokoh utama dalam video yang telah dihapus, akun para mahasiswa yang meninggalkan komentar menyatakan ikut mendaftar donor organ di bawah video tersebut juga dilaporkan banyak yang dihapus. Warganet pun berseru, “Sangat mengerikan.”
EtIndonesia. Beberapa waktu lalu, sebuah video dari akun media partai Douyin “@青蜂俠 (Qingfengxia)” menarik perhatian publik. Akun ini berada di bawah China Youth Network, yang berafiliasi dengan Liga Pemuda Komunis Tiongkok.
Video tersebut diunggah pada 18 Juli 2019. Isinya menampilkan seorang mahasiswi kelahiran tahun 2000-an yang menjadikan pendaftaran donor organ sebagai “ritual kedewasaan”-nya, sambil meneriakkan kata “kehormatan”. Belakangan, warganet menemukan bahwa bukan hanya akun Douyin sang mahasiswi yang telah dihapus, tetapi hampir semua akun anak muda yang berkomentar mengaku “sudah mendaftar” donor organ di bawah video itu juga telah dihapus.
Rekaman layar yang beredar di internet menunjukkan bahwa kolom komentar video tersebut pernah berisi lebih dari seribu komentar. Akun-akun yang menulis komentar “saya juga sudah mendaftar” kini foto profilnya berubah menjadi abu-abu, dan nama pengguna menjadi format “pengguna + nomor akun”.
Ketika perekam layar mengklik satu per satu akun tersebut, semuanya menampilkan keterangan “akun telah dibatalkan/dihapus”. Di antaranya bahkan ada akun yang meninggalkan komentar pada Januari 2024.
Berdasarkan tanggal sebagian komentar, diperkirakan rekaman layar itu dibuat pada paruh kedua 2025. Saat itu, banyak warganet menyadari kejanggalan video tersebut dan meninggalkan komentar seperti: “Kolom komentarnya menakutkan, akun-akun yang mendaftar (donor organ) itu semuanya dihapus.”
Ada pula yang berkomentar: “Kalau orangnya sudah tidak ada (meninggal), akun yang terikat dengan kartu identitas akan otomatis dihapus.”
Saat ini, video media partai tersebut masih ada di platform Douyin, namun komentar-komentar di atas semuanya telah dihapus. Pada halaman video, tombol komentar menampilkan tulisan “rebut komentar pertama”, seolah tidak ada komentar. Namun ketika tombol itu diklik, masih muncul 10 komentar, semuanya diposting pada 16 dan 17 Januari dini hari waktu Beijing.
Halaman video tidak menampilkan komentar, tetapi mengklik tombol komentar tetap menampilkan 10 komentar. (Tangkapan layar)Sebagian warganet bertanya: “Dulu kan ada ribuan komentar, banyak avatar abu-abu, semuanya hilang?”
Ada yang menjawab: “Semuanya dihapus,” “Benar-benar mengerikan,” “(Mereka) ketakutan,” “Lihat saja bagaimana mereka mengubah sejarah.”
Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa kolom komentar video tersebut baru-baru ini dikosongkan.
Video tersebut kemudian menyebar ke platform media sosial luar negeri. Warganet mengecam keras:
“Benar-benar jahat,”
“Media partai menipu anak muda untuk pergi mati,”
“Media sosial dengan sistem nama asli—tinggal komentar di sini, mereka bisa dengan mudah melacak satu per satu untuk diambil organnya.” (***)




