JAKARTA, DISWAY.ID -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) untuk mengantisipasi hujan ekstrem.
Operasi Modifikasi Cuaca ini menjadi target BNPB dalam penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto berhadap, OMC dapat bekerja optimal sehingga tidak terjadi hujan intensitas lebat hingga ekstrem.
BACA JUGA:DPR Minta Publik Tahan Spekulasi soal Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak
BACA JUGA:Akad Nikah Sespri Presiden, Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi
Suharyanto menerangkan, pihaknya mengerahkan dua pesawat untuk melakukan OMC di Jawa Tengah.
"Saya berkomunikasi dengan Bapak Gubernur. Saya meminta untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah,” ujar Suharyanto dalam keterangannya pada Minggu, 18 Januari 2026.
Dia mengatakan, prediksi curah hujan di Januari masih tinggi di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya di wilayah Jawa Tengah.
Misalnya di Semarang dan Pekalongan. Per hari ini setidaknya 38 perjalanan Kereta Api jarak jauh dibatalkan karena jalur kereta yang terendam banjir.
BACA JUGA:Hadirkan Ahok hingga Ignasius Jonan, Jaksa Dalami Ini terkait Kasus Korupsi Minyak Mentah
BACA JUGA:Cetak Sejarah! Julian Johan Raih Prestasi Ganda di Rally Dakar 2026
Setidaknya, modifikasi cuaca ini diharapkan mampu menurunkan level hujan ekstrem sehingga dampaknya tidak terlalu parah.
Ia berharap di bulan Fenruari intensitas hujan lebat sampai ekstrem dapat berakhir.
Suharyanto menegaskan, selama adanya potensi cuaca ekstrem, BNPB akan terus melakukan OMC.
Banjir di Pemalang dan Pekalongan Capai 1,5 MeterBanjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, dan Pekalongan, Jawa Tengah pada Minggu, 18 Januari 2026.
- 1
- 2
- 3
- »





