Rumah orang tua, Yoga Nauval--pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang jadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, mulai didatangi kerabat dan keluarga lainnya.
Tampak pada Minggu (18/1), rumah masa kecil Yoga itu sudah dipasangi tenda, disertai kursi-kursi untuk para tamu. Keluarga hingga kerabat silih berganti berdatangan.
Hingga saat ini keluarga masih diselimuti duka. Mereka masih menunggu kabar dari pihak berwenang yang tengah melakukan evakuasi.
Yoga sendiri diketahui merupakan bagian dari tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang tengah menjalankan tugas pengawasan saat pesawat hilang kontak pada Sabtu (17/1) kemarin. Yoga merupakan operator foto udara.
Menurut seorang tetangga, Yoga merupakan suami dan ayah dari seorang anak berusia 7 tahun. Yoga yang besar di rumah ibunya, kini memboyong keluarga kecilnya ke sebuah apartemen untuk tinggal di sana.
Yoga dikenal baik oleh tetangga. Pria berusia 30 tahun itu dikenal sebagai sosok yang ramah kepada para tetangga.
“(Orangnya) Humble, humble,” ucap tetangga Yoga itu.
Adapun pesawat rute Yogyakarta-Makassar yang membawa tiga pegawai KKP dan tujuh orang kru itu hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1).
Serpihan pesawat itu ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Terbaru, seorang korban tewas berjenis kelamin laki-laki telah ditemukan. Korban lainnya masih dalam pencarian.



