Bandung, VIVA – Persaingan menuju gelar juara Super League 2025/26 memasuki fase krusial. Dengan kompetisi hanya menyisakan satu putaran lagi, peta persaingan di papan atas masih sangat terbuka dan belum memberi ruang aman bagi siapa pun, termasuk Persib Bandung yang sementara memimpin klasemen.
Maung Bandung menutup putaran pertama dengan 38 poin, namun keunggulan itu jauh dari kata nyaman. Selisih poin yang rapat membuat satu hasil negatif saja berpotensi menggeser posisi puncak. Situasi inilah yang membuat pelatih Persib, Bojan Hodak, memilih bersikap realistis menatap paruh kedua musim.
Bojan menilai putaran kedua selalu menghadirkan tantangan berbeda. Intensitas pertandingan meningkat, tekanan semakin besar, dan sejumlah klub datang dengan ambisi serta kekuatan baru setelah melakukan investasi signifikan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat persaingan gelar musim ini semakin sulit diprediksi.
- ILeague
“Persija Jakarta dan Malut United adalah tim yang paling banyak menginvestasikan uangnya. Tentu saja mereka menjadi pesaing terbesar kami,” ujar Bojan kepada awak media Minggu 18 Januari 2026.
Di bawah Persib, Borneo FC menempel ketat dengan 37 poin, disusul Persija Jakarta (35), Malut United (34), Persita Tangerang (31), dan PSIM Yogyakarta (30). Kedekatan jarak ini menjadi pengingat bahwa persaingan belum mengerucut pada satu kandidat saja.
Meski menyoroti Persija dan Malut United, Bojan menegaskan ancaman terbesar justru datang dari tim yang saat ini berada tepat di bawah Persib. “Tapi jika Anda bertanya pada saya, Borneo masih ada di sana. Mereka ada di peringkat kedua,” ucap pelatih asal Kroasia itu.
Bojan juga membuka peluang munculnya kejutan dari tim lain yang dinilainya konsisten mengalami peningkatan di paruh kedua kompetisi. Salah satunya adalah Dewa United, yang disebut memiliki kualitas pemain dan dukungan finansial untuk memberi tekanan serius.
“Mungkin di putaran kedua juga Dewa bisa memberikan kejutan karena mereka juga menginvestasikan banyak uang untuk tim dan punya pemain yang bagus. Setiap putaran kedua, mereka selalu lebih baik, jadi mereka juga berbahaya,” katanya.
Persebaya Surabaya turut masuk dalam radar kewaspadaan Persib. Pergantian pelatih serta kedatangan sejumlah pemain baru dinilai bisa mengubah dinamika kekuatan Bajul Ijo di sisa musim.





