FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengacara Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, memberikan penegasan terkait sebuah sikap terhadap pengkhianatan.
Penegasan tersebut diduga menyinggung Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Jokowi di Solo hingga Polda Metro Jaya menerbitkan SP3 atas penetapan tersangka keduanya.
Dikatakan Ahmad, pengkhianatan tidak seharusnya ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Menurutnya, pengkhianatan sejatinya tidak merugikan perjuangan, melainkan justru mencederai pelakunya sendiri.
“Pengkhianatan, tidak merugikan siapapun kecuali bagi pelakunya. Bagi para pejuang, kehilangan pengkhianat adalah berkah. Karena pengkhianat tidak menambah apapun, kecuali beban bagi perjuangan,” ujar Ahmad kepada fajar.co.id, Minggu (18/1/2026).
Namun demikian, ia menekankan bahwa pengkhianatan tetap tidak boleh diberi ruang kompromi.
Bukan semata untuk menghukum, melainkan sebagai pelajaran bagi umat dan generasi berikutnya.
“Namun, pengkhianatan itu tidak boleh ditolerir. Bukan sekedar untuk menghukum pelakunya, melainkan agar menjadi teladan bagi umat dan generasi selanjutnya,” lanjutnya.
Ahmad juga menyebut bahwa pelaku pengkhianatan harus menerima konsekuensi sosial atas perbuatannya. Ia menilai pengkhianatan merupakan aib yang tidak patut dibela, apalagi dibanggakan.
“Mereka semua harus mendapatkan pesan, bahwa pelaku pengkhianatan adalah aib yang sangat memalukan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar tidak ada sikap permisif terhadap pengkhianatan, termasuk rasa iba atau kebanggaan terhadap pelakunya.
“Jangan sampai ada yang mentolerir pengkhianatan, dengan mengunggah iba pada para pengkhianat, apalagi bangga dengan tindakan pengkhianat,” imbuhnya.
Menurut Ahmad, keuntungan duniawi yang diperoleh melalui pengkhianatan bukanlah prestasi, melainkan aib yang seharusnya dibuka ke publik.
“Gemerlapnya dunia yang diperoleh pengkhianat, adalah aib yang harus dibongkar dan dipermalukan. Bukan untuk diingini, apalagi dikagumi,” ucapnya.
Ia bahkan menyebut berbagai keuntungan materi sebagai sesuatu yang menjijikkan jika didapatkan melalui pengkhianatan.
“Mendapat mobil mewah dari pengkhianatan, uang bermilyar dari pengkhianatan, hingga lepas dari kezaliman para penzalim dari pengkhianatan, adalah perbuatan yang sangat memuakkan. Ajak seluruh umat, untuk muak dengan perbuatan ini,” katanya.
Lebih lanjut, Ahmad menekankan bahwa pihak yang membenarkan atau merestui pengkhianatan pada hakikatnya juga termasuk pengkhianat.
“Siapapun yang merestui pengkhianatan, hakekatnya juga pengkhianat. Saat Allah SWT tutup aibnya, maka itu adalah kesempatan untuk bertaubat,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa terbukanya aib merupakan bentuk peringatan keras.
“Namun jika Allah SWT membongkar aib tersebut, maka itu adalah azab bagi restu atas pengkhianatan,” Ahmad menuturkan.
Ia juga menegaskan bahwa pengkhianatan tidak selalu tampak di permukaan, karena masih banyak pihak lain yang bersembunyi di balik citra kesalehan.
“Yang berkhianat bukan hanya yang tampak di permukaan. Dibalik itu masih banyak pengkhianat pengkhianat lainnya. Semua harus diingatkan agar bertaubat,” tukasnya.
Ahmad bilang, umat harus tetap fokus pada perjuangan melawan kezaliman, tanpa terjebak pada figur atau tokoh tertentu.
“Meskipun berlindung dibalik jubah kesalehan, berkhianat tetaplah aib. Jadi, jangan pernah permisif pada perilaku pengkhianat. No kompromi!,” tandasnya.
“Jangan berfokus pada pengkhianat. Tapi fokus untuk memperbaiki umat dan melawan kezaliman. Karena pengkhianat tidak akan merugikan siapapun, kecuali bagi pelakunya,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425775/original/038983900_1764237203-Sepeda_motor_masuk_tol.jpeg)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F08%2F9ae9bf2d9a5e83e7e806971166d97449-antarafoto_kawasan_terisolasi_dan_rawan_bencana_susulan_1765153962.jpg)

