Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan, program transmigrasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi sekadar memindahkan penduduk.
Tetapi juga menjadi instrumen strategis negara untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mendorong reforma agraria, memperkuat swasembada pangan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Advertisement
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, sejak era Presiden Seokadno hingga Presiden Prabowo, program transmigrasi telah melahirkan ribuan wilayah administratif baru yang kini menjadi fondasi pembangunan nasional.
"Dari zaman Presiden Sukarno sampai Presiden Prabowo, kita punya data tumbuh, lahir desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten kota, dan 3 Ibu Kota Provinsi, yaitu Provinsi Papua Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara," ujar Wamentrans Viva Yoga Mauladi, di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, Sabtu 17 Januari 2026.
Dia menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari pergerakan aktivitas program transmigrasi yang terus berkembang lintas generasi.
Program ini, kata Viva Yoga, kini dijalankan berdasarkan empat mandat utama Presiden Prabowo Subianto sebagai arah baru kebijakan transmigrasi nasional.




