Jakarta, tvOnenews.com - Polres Cianjur mengeluarkan peringatan serius bagi para pengendara yang hendak melintasi kawasan Puncak dan sekitarnya.
Cuaca ekstrem yang ditandai dengan kabut pekat dilaporkan terus menyelimuti wilayah tersebut, sehingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, terutama pascahujan deras.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, mengungkapkan bahwa fenomena kabut tebal ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Kabut biasanya muncul sejak pagi hingga petang, menyelimuti jalur utama Puncak dan sekitarnya.
"Kabut tebal terjadi sejak pagi hingga petang harus diwaspadai pengendara yang melintas, nyalakan lampu utama dan jaga jarak aman antar kendaraan, patuhi aturan lalu lintas dan anjuran petugas," tegas Hardian di Cianjur, Minggu (18/1).
Selain masalah jarak pandang, Hardian mengingatkan bahwa cuaca ekstrem di Cianjur berpotensi memicu bencana alam seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah menambah sejumlah papan peringatan di titik-titik rawan sepanjang Jalur Puncak-Cipanas, Cipanas-Cianjur, hingga rute Bandung-Cianjur.
Tak hanya sekadar imbauan, Polres Cianjur juga telah menyiapkan tim reaksi cepat yang dibekali peralatan lengkap untuk menangani hambatan di jalan secara instan.
"Kami membekali petugas dengan alat bantu penanganan bencana mulai dari cangkul, sekop, dan mesin pemotong atau gergaji mesin, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan ketika terjadi bencana termasuk pohon tumbang yang memutus jalur," ungkapnya.
Lebih lanjut, koordinasi lintas sektoral juga diperkuat. Pihak kepolisian bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Kementerian PUPR untuk menyiagakan alat berat di lokasi-lokasi strategis yang memiliki risiko longsor tinggi.
Pemetaan area rawan pun telah dilakukan secara menyeluruh dari wilayah utara hingga selatan Cianjur demi memastikan kelancaran arus lalu lintas selama cuaca buruk melanda.
"Sebagian besar jalur utama Cianjur mulai dari utara hingga selatan rawan terjadi bencana alam termasuk pohon tumbang, sehingga pemetaan dilakukan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiagakan alat berat," ujar Hardian. (ant/dpi)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1243179/original/039896200_1464072206-20160524-Sudirman-Said-datangi-kpk-Helmi-3.jpg)

