IHSG Awal Pekan Diproyeksi Fluktuatif, Empat Saham Ini Jadi Sorotan Analis

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

IHSG diproyeksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguji area support di level 9.000 pada perdagangan Senin (19/1/2026).

IHSG Awal Pekan Diproyeksi Fluktuatif, Empat Saham Ini Jadi Sorotan Analis (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguji area support di level 9.000 pada perdagangan Senin (19/1/2026) awal pekan. 

Berdasarkan riset WH Project, level tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan indeks selanjutnya, apakah mampu bertahan dan melanjutkan tren naik, atau justru mengalami konsolidasi lanjutan.

Baca Juga:
Asing Borong Saham Tambang Logam, Nikel Jadi Primadona di Tengah Rekor IHSG

"Pada awal pekan ini, IHSG berpotensi menguji level support pada 9.000," tulis Technical Analyst WH Project William Hartanto dalam riset hariannya, Minggu (18/1/2026).

Adapun indeks saham pada Jumat (16/1/2026) akhir pekan lalu menguat 42,82 poin atau 0,47 persen ke level 9.075,41, sekaligus mempertegas posisinya di area rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).

Baca Juga:
Prediksi IHSG pada Awal Pekan, Pantau Saham CTRA, ITMG hingga KBLF

Penguatan tersebut menandai berakhirnya fase koreksi jangka pendek, dengan level psikologis 9.000 kini dinilai telah bertransformasi menjadi area support baru bagi pergerakan IHSG.

William menyebut, IHSG saat ini berada dalam kondisi yang relatif kuat. Pencapaian rekor tertinggi membuat indeks belum memiliki level resistance terdekat yang jelas, sehingga ruang pergerakan masih terbuka.

Baca Juga:
Bursa Sepekan Cetak Rekor: IHSG All Time High di 9.075, Market Cap Tembus Rp16.512 Triliun

Namun demikian, ada potensi terjadinya aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek. Pada perdagangan akhir pekan lalu, terbentuk pola candlestick doji yang umumnya mencerminkan keraguan pasar setelah reli penguatan yang cukup signifikan.

"Pola doji mengindikasikan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, sehingga peluang koreksi teknikal tetap perlu diantisipasi," tutur William.

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal:

  • BUMI, sell on strength, estimasi target pelemahan 368-394
  • DKFT, buy, estimasi target 1.000
  • SMDR, buy, estimasi target 430-454
  • BBTN, buy, estimasi target 1.330

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Ambil DNA Keluarga Pramugari Pesawat Kecelakaan di Gunung Bulusaraung
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Banjir di Cakung Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Cha Co. Hadirkan Misty Ritual Matcha untuk Dorong Gaya Hidup Mindful Nih Beauty!
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
Menhub Kunjungi Posko Pencarian Pesawat ATR, Berharap Korban Ditemukan Selamat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Isu Independensi Bank Indonesia Mencuat, Purbaya Tegaskan Tak Ada Intervensi Pemerintah
• 44 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.