Kontrak Berjangka Wall Street Merosot

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Sydney: Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street merosot pada Senin (19/1) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland.

Mengutip Investing.com, Senin, 19 Januari 2026, liburnya pasar saham dan obligasi AS menyebabkan perdagangan yang tipis dan kemungkinan berkontribusi pada penurunan 0,9 persen pada kontrak berjangka S&P 500 dan penurunan 1,1 persen pada kontrak berjangka Nasdaq. Futures Nikkei juga mengindikasikan awal yang lemah untuk saham-saham Asia.

Trump mengatakan dia akan memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari mendatang untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Negara-negara besar Uni Eropa mengecam ancaman tarif atas Greenland sebagai pemerasan, dan Prancis mengusulkan untuk menanggapi dengan serangkaian tindakan balasan ekonomi yang belum pernah diuji sebelumnya.

Opsi yang dimiliki Uni Eropa mencakup paket tarif sendiri terhadap impor AS senilai 93 miliar euro yang ditangguhkan selama enam bulan pada awal Agustus, dan langkah-langkah berdasarkan Instrumen Anti-Koersi yang dapat memukul perdagangan jasa atau investasi AS.
  Baca juga: Trump Kenakan Tarif Impor dari 8 Negara Eropa yang Tak Setuju AS 'Beli' Greenland

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
  Obligasi dan saham AS senilai USD8 triliun terancam ditarik Eropa
Para analis di Deutsche Bank mencatat negara-negara Eropa memiliki obligasi dan saham AS senilai USD8 triliun, hampir dua kali lipat dari gabungan seluruh negara lain di dunia, dan mungkin akan mempertimbangkan untuk menarik sebagian uang tersebut kembali ke negara mereka.

Dengan posisi investasi internasional bersih AS yang berada pada titik negatif ekstrem sepanjang sejarah, saling ketergantungan pasar keuangan Eropa-AS tidak pernah setinggi ini. Yang akan paling mengganggu pasar bukanlah arus perdagangan, melainkan penggunaan modal sebagai senjata.

Hal ini juga akan membuat beberapa hari ke depan di Davos menjadi tegang karena para pemimpin dari seluruh dunia berkumpul di Forum Ekonomi Dunia (WEF), termasuk kelompok besar AS yang dipimpin oleh Trump sendiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mediasi Towerindo dan Pemkab Badung Kembali Digelar di PN Denpasar
• 2 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Zodiak Sering Bermasalah dalam Percintaan: Taurus Kaku, Gemini Ragu
• 12 menit lalugenpi.co
thumb
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Akan Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Hari Ini
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Danantara Jelaskan Strategi Kelola US$1 Triliun di WEF
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketua DPR AS Yakin Negosiasi Cara Terbaik Atasi Masalah Greenland
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.