Kia Bidik Produksi 50 Ribu Unit di Pabrik Hyundai Cikarang

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

PT Kia Sales Indonesia (KSI) mulai membeberkan gambaran konkret pemanfaatan pabrik Hyundai di Indonesia. Di tengah rencana ekspansi produksi dan ekspor, kapasitas manufaktur menjadi salah satu kunci konsolidasi bisnis Kia di kawasan Asia Pasifik.

Managing Director PT Kia Sales Indonesia (KSI), Bayu Riyanto mengatakan, kapasitas terpasang pabrik Hyundai berada di rentang 150 ribu hingga 250 ribu unit per tahun. Dari total kapasitas tersebut, Kia menargetkan porsi yang cukup signifikan sejak tahap awal.

“Kalau tadi maunya sebanyak-banyak ya, karena visible banget sih karena kita kan ada ekspor sama lokal juga ya boleh dibilang kalau misalnya dari start mereka sekitar 150 ribu mereka sudah pake kurang lebih sekitar mungkin 30 ribu sampai 50 ribu kita mungkin di tahun awal-awal di 40 ribu atau 50 ribu dulu lah gitu ya,” ujar Bayu saat berkunjung ke kantor kumparan baru-baru ini.

Ia menjelaskan, angka tersebut masih sangat realistis untuk jangka menengah. Bahkan, dalam lima tahun, pemanfaatan kapasitas produksi bisa langsung berada di level 50 ribu unit per tahun, seiring terbukanya pasar ekspor.

“Misalnya dalam jangka waktu 5 tahun kita masih boleh jual ya tahun ini langsung pakai 50 ribu masih bisa sih,” kata Bayu.

Pasar ekspor disebut menjadi faktor penentu. Negara-negara seperti Australia dan Thailand dinilai memiliki volume yang cukup besar dan berpotensi disuplai dari Indonesia.

“Karena market-market kayak di Australia dan Thailand juga besar kan market-nya. Kalau kita bisa ambil misalnya market dari Australia oke lewat Indonesia kita ekspor misalnya 10.000 atau 15.000 itu juga sudah menaikkan kapasitas produksinya pabriknya Hyundai juga kan,” ujarnya.

Menurut Bayu, pendekatan ini akan menguntungkan kedua belah pihak karena kapasitas pabrik bisa terisi lebih optimal.

“Jadi ya ini yang kita lagi pengin supaya terkonsolidasi,” tambahnya.

Dalam konteks global, Kia tidak hanya bergantung pada Korea Selatan dan Indonesia. Bayu menegaskan, jaringan manufaktur Kia tersebar di berbagai negara dengan fungsi yang berbeda-beda.

“Kita ada pabrik di India. India kapasitasnya 300.000 tahun. India supply untuk global jadi enggak hanya ke Asia tapi juga global,” jelasnya.

Ia mencontohkan, tidak semua model Kia diproduksi di Korea Selatan. Beberapa justru berasal dari India untuk memenuhi pasar dunia.

“Jadi kalau misalnya ditanya apakah Kia Seltos yang ada di Korea atau di tempat lain itu made in dari Korea enggak, tapi made in dari India,” kata Bayu.

Standardisasi produksi dibuat setinggi mungkin agar produk dari satu pabrik bisa diterima di banyak negara. Hal inilah yang membuat beberapa model Kia dari India maupun Indonesia berpeluang masuk pasar global.

“Memang standardisasinya dibuat setinggi mungkin supaya bisa masuk pasar global,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tempe hingga Dangdut Bakal Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda di Unesco
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Australia Sudah Terapkan Aturan RI, Inggris-Jerman Mau Ikutan
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lyon atasi 10 pemain Brest, Strasbourg menang tipis kontra Metz
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Wagub Sumut Surya Ingatkan OPD, Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Menkes: Tujuan CKG Bukan Sekadar Skrining, tapi Bikin Masyarakat Sehat
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.