Menbud Fadli Zon menerangkan tahun ini Kemenbud akan memfokuskan kerja pada lima pilar utama. Kelima pilar utama itu, yakni, fondasi peradaban, tata kelola digital, ekonomi budaya, perlindungan warisan, dan diplomasi budaya global.
Pada poin perlindungan warisan, Kemenbud akan mengajukan Tempe, Mak Yong, dan Dangdut masuk daftar nominasi Warisan Budaya Tak Benda Unesco. Pengajuan itu dilakukan dengan skema joint nomination atau pengajuan bersama dengan negara sahabat.
“Kita juga membuka peluang joint nomination atau perluasan daftar warisan budaya UNESCO bersama negara-negara sahabat,” tuturnya di Kemenbud, Senin 19 Januari 2026.
Fadli mengatakan narasi besar kebudayaan Indonesia bertumpu pada dua hal utama. Pertama, Indonesia tak lagi cukup digambarkan sebagai negara yang beragam.
Lebih dari itu, Indonesia disebutnya sebagai mega-diversity dengan 1.340 suku bangsa, 718 bahasa, 2.727 elemen Warisan Budaya Tak Benda nasional, dan 6 situs warisan dunia UNESCO.
Kedua, Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di bumi.
Baca Juga :
Wamen Giring Genesha Yakin Tempe Bisa jadi Tren Makanan Vegan GlobalSelama ini, teori 'Out of Africa' menjadi narasi dominan, namun bukti arkeologis dan paleoantropologis mengundang semua orang mempertimbangkan hipotesis lain, termasuk 'Out of Asia' dan bahkan 'Out of Nusantara'.
“Hampir 60 persen fosil Homo erectus dunia ditemukan di kepulauan kita, dengan jejak yang berasal dari 2 juta tahun yang lalu. Kita memiliki lukisan gua tertua di dunia, berusia 51.200 tahun, di Leang Karampuang, hingga seni cadas di Muna yang menggambarkan pelayaran laut. Inilah mengapa tahun 2026 adalah titik balik,” tegas dia.
Karenanya, capaian 2025 menjadi pijakan untuk di tingkatkan di tahun 2026. Pemerintah mencatat restorasi dan revitalisasi lebih dari 1.200 aset budaya, digitalisasi puluhan ribu koleksi museum, lonjakan pengunjung museum hingga 400 persen, serta repatriasi 28.131 fosil koleksi Dubois dari Belanda, termasuk fosil Manusia Jawa.
Di sektor industri budaya, film Indonesia menembus lebih dari 80 juta penonton. Program Seniman Masuk Sekolah dan berbagai anugerah kebudayaan juga diperluas.
Ke depan, diplomasi budaya diperkuat melalui partisipasi di ajang global seperti Venice Biennale dan Abu Dhabi Book Fair. Termasuk, peringatan 400 tahun pengasingan Syekh Yusuf yang melibatkan jejaring Afrika dan Timur Tengah.
“Kita juga akan membangun museum rumah budaya kita di Cape Town,” beber dia.
Fadli berharap tahun 2026 menjadi momentum kebudayaan Indonesia tampil lebih percaya diri di panggung dunia. Dia mengundang semua mitra, baik lembaga internasional, sektor swasta, akademisi, hingga komunitas budaya untuk bergabung bersama dalam kerja sama yang nyata dan terukur di tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





