Kemenhub: Pesawat ATR 42-500 dalam Kondisi Laik Terbang

idntimes.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak sejak Sabtu, (17/1/2026) 13.17 WITA dan personel yang bertugas laik terbang.

Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.

Hal tersebut didukung oleh pelaksanaan pemeriksaan dan inspeksi sebagai berikut:

- Ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.

- Inspeksi Perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) dilaksanakan pada 3 September 2025.

- Inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada tanggal 25 Desember 2025.

Data tersebut menunjukkan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kemenhub menyatakan dalam pesawat yang jatuh saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta-Makassar itu tercatat ada 10 orang, yang terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang, dengan rincian sebagai berikut:

Awak Pesawat:

1. Capt. Andy

Dahananto

2. SIC / FO M. Farhan

Gunawan

3. FOO Hariadi

4. EOB Restu Adi P

5. EOB Dwi Murdiono

6. FA Florencia Lolita

7. FA Esther Aprilita S

Penumpang:

1. Deden

2. Ferry

3. Yoga.

Berdasarkan data Medical Examination (MEDEX) terakhir, seluruh awak pesawat yang bertugas dinyatakan FIT dan telah memenuhi standar kesehatan penerbangan sesuai dengan ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67.

Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian, dengan rincian sebagai berikut:

- Capt. Andy Dahananto (Pilot in Command) memiliki sertifikat kesehatan Kelas 1, dengan hasil pemeriksaan medis terakhir pada tanggal 28 Juli 2025, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 31 Januari 2026.

- FO Yudha Mahardika (First Officer) memiliki sertifikat kesehatan Kelas 1, dengan hasil pemeriksaan medis terakhir pada tanggal 15 Agustus 2025, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 15 Februari 2026.

- Hariadi (Flight Operations Officer/FOO) memiliki sertifikat kesehatan Kelas 3, dengan hasil pemeriksaan medis terakhir pada tanggal 12 Juli 2024, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 12 Juli 2026.

- Florencia Lolita (Flight Attendant) memiliki sertifikat kesehatan Kelas 2, dengan hasil pemeriksaan medis terakhir pada tanggal 31 Januari 2025, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 31 Januari 2026.

- Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar (Flight Attendant) memiliki sertifikat kesehatan Kelas 2, dengan hasil pemeriksaan medis terakhir pada tanggal 24 September 2024, dinyatakan FIT dan berlaku hingga 24 September 2026.

Dengan demikian, tidak terdapat catatan medis yang menunjukkan awak pesawat tidak laik secara kesehatan pada saat bertugas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Indonesia Mantapkan Peran Strategis di WEF 2026
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Geng Mengamuk di Penjara, Presiden Guatemala Umumkan Status Darurat Nasional
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Peningkatan Penumpang Kapal di Pelabuhan Manado Capai 31 Persen, Rute Talaud Ditambah
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Awal Pekan, Aturan Ganjil Genap Jakarta Berlaku Lagi Senin 19 Januari 2026
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Tim SAR Evakuasi Jasad ABK yang Jatuh dari Kapal di Batam
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.