Pemerintah Irak mengumumkan bahwa pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan penarikan sepenuhnya dari pangkalan-pangkalan militer yang ada di wilayah federal negara tersebut. Penarikan pasukan koalisi ini tidak mencakup wilayah otonom Kurdistan di bagian utara Irak.
Pengumuman ini, seperti dilansir AFP, Senin (19/1/2026), disampaikan otoritas Irak pada Minggu (18/1) waktu setempat.
"Kami mengumumkan hari ini... penyelesaian evakuasi semua pangkalan militer dan markas kepemimpinan di wilayah-wilayah federal resmi Irak dari para penasihat (koalisi pimpinan AS)," kata komite militer yang bertugas mengawasi berakhirnya misi koalisi pimpinan AS di Irak.
Dengan penarikan pasukan tersebut, sebut pernyataan komite militer tersebut, maka "lokasi-lokasi ini berada di bawah kendali penuh pasukan keamanan Irak".
Ditambahkan bahwa Irak akan beralih ke "tahap hubungan keamanan bilateral dengan Amerika Serikat".
Sebagian besar pasukan koalisi telah menarik diri dari pangkalan-pangkalan militer Irak, berdasarkan kesepakatan tahun 2024 antara Baghdad dan Washington, yang menguraikan berakhirnya misi di Irak pada akhir tahun 2025, dan pada September 2026 di wilayah Kurdistan.
Pasukan AS dan sekutunya dikerahkan ke Irak dan Suriah sejak tahun 2014 untuk memerangi kelompok radikal Islamic State (ISIS), yang telah menguasai sebagian besar wilayah kedua negara itu. ISIS dikalahkan secara teritorial di Irak tahun 2017, dan di Suriah tahun 2019, namun masih mengoperasikan sel-sel bawah tanah.
Sebagian besar pasukan koalisi pimpin AS telah ditarik mundur dari Irak pada tahap-tahap sebelumnya, dengan hanya para penasihat militer yang masih berada di negara tersebut.
(nvc/ita)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476443/original/010323800_1768750847-Wamentrans_Nanas.jpg)


