Dokter Tifa Beber Sejumlah Keblunderan Pihak Jokowi Soal Dugaan Ijazah Palsu

fajar.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial, Dokter Tifa kembali menyinggung soal isu ijazah palsu yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo.

Kali ini, Dokter Tifa menyebut ada pertarungan soal ijazah dengan para aparat.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Tifa menyebut ada pertarungan dengan alat polisi.

Pertarungan ini hadir karena menurutnya dalam isu ini alat polisi sudsh melakukan blunder berkali-kali.

“Dalam pertarungan Ijazah sebetulnya Jokowi (dengan alatnya Polisi) sudah melakukan Blunder berkali-kali,” tulisnya dikutip Senin (19/1/2026).

Apalagi, ia mengungkap ada pasal-pasal yang diselundupkan. Tujuan agar tiga tersangkah yang disorot seperti dirinya, Rismon Sianipar dan Roy Suryo.

“Menyelundupku pasal-pasar besar agar RRT ditahan sejak 30 April 2026. Mengelak melaporkan orang dan hanya melaporkan peristiwa, artinya pasal delik aduan tidak bisa berlaku demikian juga pasal-pasal yang lain,” tuturnya.

Khususnya pada saat Gelar Perkara Khusus saat pembacaan laporan polisi yang dibuat Joko Widodo yang melaporkan ketiganya.

“Ternyata di Gelar Perkara Khusus ketika kami bisa membaca Laporan Polisi yang dibuat Joko Widodo ternyata dia MELAPORKAN KAMI!,” ujarnya.

Lalu, untuk blunder berikutnya yang melibatkan sosok bapak Kasmudjo.

“Blunder berikutnya soal pak Kasmudjo, KKN, dan lain lain ada begitu banyak blunder-blunder,” paparnya.

“Sampai kepada BLUNDER TERBESAR saat ini, adalah membuat ES dan DHL jadi Pengkhianat perjuangannya sendiri!,” sambungnya.

Tegas, Dokter Tifa menyebut yang jadi masalah dalam hal ini adalah salah orang. Dimana menurutnya, ada pengkhianat yang menyuruh lakukan pengkhianatan.

Dan hal ini disebut dilakukan dengan senang hati. Karena ini menjadi hal yang sudah jadi habitnya.

“Masalahnya adalah: salah orang!
Jika menyuruh seorang pengkhianat melakukan pengkhianatan, maka tentulah dilakukan dengan senang hati karena itulah habit dia selama ini. Itu sih bukan kemenangan. Cemen!,” jelasnya.

“Saya baru akan angkat topi jika berhasil memaksa orang yang paling tegar, bersih, teguh, kokoh untuk berkata: Ijazah Jokowi Asli!,” terangnya.

(Erfyansyah/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai Didakwa Pemerasan Rp 70 Juta dan Gratifikasi Rp 3,3 Miliar, Noel: Saya Akui, Saya Bersalah
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Perputaran Uang di Taman Nasional Gunung Rinjani Tembus Rp182 Miliar per Tahun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Komisi V DPR Minta Kemenhub Segera Audit Kelaikudaraan Pesawat Usai ATR 42-500 Jatuh
• 11 jam laludisway.id
thumb
Menkes: Hipertensi Tak Terkontrol Picu Stroke dan Serangan Jantung
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Ada 2 Demo di Jakarta Hari ini, Hindari Lokasi Berikut
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.