LEMBATA, iNews.id - Erupsi Gunung Ile Lewotolok kembali meletus pada Senin (19/1/2026) pagi. Gunung api yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut tercatat mengalami erupsi pukul 08.59 WITA.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian melaporkan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas erupsi tersebut terekam jelas melalui alat pemantau kegempaan.
"Terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok pada hari Senin, 19 Januari 2026, pukul 08:59 WITA tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21.4 mm dan durasi 75 detik," tulis @badangeologi, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan catatan seismograf, erupsi Gunung Ile Lewotolok terekam dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter dan durasi sekitar 75 detik. Menyikapi aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Masyarakat sekitar Gunung Ile Lewotolok serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas di beberapa sektor, yakni sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.
Terkait dampak abu vulkanis, masyarakat sekitar gunung diminta menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit guna menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA.
Warga juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar tidak tercemar abu vulkanik. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape.
Original Article


