Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan kritik tajam terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilainya semakin tidak berdaya dan lembek dalam bersikap menghadapi ancaman krisis global, termasuk potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga.
Melalui unggahan di akun X (Twitter) @SBYudhoyono pada Senin (19/1/2026), SBY menilai dunia saat ini berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan memiliki banyak kemiripan dengan kondisi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua.
Namun, dia menyoroti lemahnya peran lembaga internasional, khususnya PBB, dalam mencegah eskalasi konflik global.
“Boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa,” tulis SBY.
Kendati demikian, dia mengingatkan agar sejarah tidak mencatat PBB sebagai institusi yang melakukan pembiaran dan bersikap doing nothing ketika dunia berada di ambang kehancuran.
SBY menilai, tanda-tanda menuju perang besar sudah sangat jelas, mulai dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya blok-blok kekuatan global yang saling berhadapan, hingga pembangunan kekuatan militer dan mesin perang secara masif.
Baca Juga
- SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, PBB Harus Gelar Sidang Darurat!
- PBB Sesalkan Langkah Trump Tarik AS dari Puluhan Organisasi Internasional
- Menlu Sebut RI Siap Jadi Auditor hingga Presiden Dewan HAM PBB 2026-2032
Namun, menurutnya, kesadaran dan langkah nyata komunitas internasional masih sangat minim.
Ia mengkritik sikap pasif bangsa-bangsa dunia yang dinilai tidak peduli, tidak berdaya, atau tidak mampu mencegah konflik global. Dalam konteks ini, PBB seharusnya memainkan peran sentral sebagai forum perdamaian dunia, bukan sekadar menjadi penonton atas meningkatnya ketegangan geopolitik.
SBY memperingatkan bahwa kegagalan PBB bertindak dapat berujung pada bencana kemanusiaan terbesar dalam sejarah.
Dia mengutip sejumlah studi yang menyebutkan bahwa perang dunia, terutama jika melibatkan senjata nuklir, dapat menewaskan lebih dari lima miliar manusia dan menghancurkan peradaban dunia.
Sebagai bentuk kritik sekaligus solusi, SBY mengusulkan agar PBB segera menginisiasi Sidang Umum PBB darurat (Emergency UN General Assembly). Sidang tersebut diharapkan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mencegah krisis global dan perang dunia yang baru.
“Kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,” tegas SBY, mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein.




