Viral di media sosial data mahasiswa di 13 universitas diduga bocor. Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya mencatat beberapa data yang diunggah oknum, valid atau bukan rekayasa.
Sebelumnya akun Facebook dengan nama Matt Murdrock mengunggah tangkapan layar atau screenshot yang menunjukkan data mahasiswa diduga diunggah di dark web. Dark web adalah bagian tersembunyi dari internet yang tidak terindeks mesin pencari seperti Google Search, dan membutuhkan perangkat lunak khusus seperti browser Tor untuk mengaksesnya.
Dark web menawarkan anonimitas tinggi, karena enkripsi dan perutean lalu lintas melalui banyak server. Laman ini seringkali menjadikan tempat bagi aktivitas legal seperti penjualan data yang dicuri atau bocor.
Matt mengunggah screenshot laman di dark web yang diduga mengunggah data mahasiswa setidaknya dari 13 universitas di Indonesia.
Alfons menduga kebocoran data bukan berasal dari sistem satu per satu universitas, melainkan terpusat. “Probabilitas untuk diretas satu persatu ada, tetapi sangat repot dan (potensinya) relatif kecil,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Senin (19/1).
Ia menduga para universitas mengumpulkan data di salah satu institusi atau badan publik. “Lalu yang mengelola badan publik itu tidak mengamankan dengan baik dan peretasnya berhasil masuk dan mengkopi semua data ini,” Alfons menambahkan.
Alfons menilai kebocoran data mahasiswa itu cukup ironis. Data yang tersebar bisa dieksploitasi oleh oknum.
“Data dia pernah kuliah di mana, ada nama orang tua, data kependudukan. Itu bisa dieksploitasi,” kata Alfons.
Oleh karena itu, ia meminta badan publik yang mengelola data perlu menyadari keamanan pengelolaan data. Hal ini menurut dia harus ditangani orang yang berkompeten.
Ia juga meminta Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi untuk menyelidiki dugaan kebocoran data mahasiswa, termasuk sumber kebocorannya. “Harus ada teguran. Kalau perlu sanksi, supaya mereka tahu bahwa mengelola data itu harus dengan konservatif dan baik,” kata Alfons.
Katadata.co.id sudah mengonfirmasi dugaan kebocoran data mahasiswa 13 universitas itu kepada Kementerian Komdigi, namun belum ada tanggapan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476718/original/025057300_1768796045-Immanuel_Ebenezer.jpg)