BPN Siapkan Rp 3,1 Miliar untuk Layanan Kantor yang Rusak di Banjir Sumatera

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan dana senilai Rp 3,1 miliar untuk memberikan pelayanan sementara setelah empat kantor pertanahan rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Hal ini dikatakan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

"Bencana banjir dan tanah longsor ini menyebabkan Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang terisolir, termasuk tiga kantor tanah lainnya, yaitu Kakantah (Kepala Kantor Pertanahan) Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Untuk mengatasi masalah tersebut, kami telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 3,1 miliar," kata Nusron, Senin.

Baca juga: Ini Daftar 17 Daerah di Sumatera Masih Butuh Perhatian Pascabencana

Ia mengungkapkan, dana itu digunakan untuk kepentingan evakuasi dan pelayanan sementara.

Begitu pun untuk dana sewa ruko di Langkat, Sumatera Utara dan Langsa, Aceh.

Sebab, sebanyak 30 persen dokumen mengalami kerusakan akibat terendam lumpur, meliputi buku tanah dan surat ukur.

Seluruh warkah (dokumen tanah) pun mengalami kerusakan.

"Kemudian pengadaan untuk kantor baik pelayanan back office maupun front office serta restorasi arsip melalui layanan arsip nasional dan sebagainya, yang kemudian untuk melakukan evakuasi sementara untuk mengamankan dokumen," ucap dia.

Baca juga: Mendagri Tito Ungkap 17 Daerah di Sumatera Masih Butuh Perhatian

Lebih lanjut Nusron menyampaikan, dari empat kantor yang rusak, kantor pertanahan Aceh Tamiang mendapatkan dampak yang paling besar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pelayanan kemudian dipindahkan ke kota lain, yakni Kota Langsa.

"Perhitungan kerusakan gedung dan bangunan masih dalam proses oleh Tata Bangunan dan Kementerian PUPR," jelas Nusron.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sudah Dua Pekan Terendam, Pemkab Serang Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemhan Tegaskan Pelantikan Noe Letto di DPN Berdasarkan Profesionalisme, Bukan Latar Belakang Keluarga
• 12 jam laludisway.id
thumb
Satria Muda Benamkan Rans Simba, Sapu Bersih Tiga Laga Tandang IBL 2026
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jihad Islam sebut "Dewan Perdamaian" Gaza versi AS membela Israel
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Dugaan Prostitusi di Homestay Hadi’s Tak Kunjung Tuntas, Warga Nilai Pemkot Probolinggo “Mbulet”
• 2 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.