Suka Makan Daging Meltique? Yuk, Cek Titik Kritis Kehalalannya

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Siapa yang bisa menolak kelezatan daging wagyu? Daging sapi premium asal Jepang ini memang cukup populer karena punya tekstur yang sangat lembut, serta marbling atau sebaran lemak yang indah hingga terasa meleleh di mulut.

Sayangnya, harga wagyu asli tergolong mahal sehingga tidak semua orang bisa menikmatinya. Karena itu, kini banyak beredar daging yang tampilannya mirip wagyu, tetapi dengan harga jauh lebih terjangkau. Ya, daging ini dikenal dengan sebutan meltique beef.

Menurut Chef Yuda Bustara, wagyu dengan harga murah sebenarnya bukan wagyu asli. Daging tersebut adalah produk tiruan yang disebut wagyu meltique atau meltic beef, yakni daging sapi lokal yang disuntik lemak nabati, seperti minyak kanola.

"Sekarang banyak banget yang jual wagyu Rp100 ribu. Wagyu apa Rp100 ribu? Itu sebenarnya daging meltic, daging lokal yang disuntik minyak," ujar Yuda saat ditemui kumparanFOOD di acara kick-off NSW Beef Escapade di Jakarta.

Yuda menjelaskan, salah satu cara paling mudah membedakan wagyu asli dan meltique beef adalah dengan melihat marbling-nya. Pada wagyu asli, marbling terlihat lebih rapi dan membentuk garis-garis alami di dalam daging.

Sementara itu, marbling pada meltique beef cenderung tidak beraturan. Lemaknya terlihat lebih dominan dibandingkan dagingnya, bahkan membuat warna daging tampak lebih putih.

"Kalau meltic itu marbling-nya acak dan lemaknya kebanyakan, sampai dagingnya putih banget," jelasnya.

Selain dari tampilan, perbedaan juga sangat terasa saat dicicipi. Yuda mengatakan, meltique beef biasanya terasa sangat enek meski hanya dimakan sedikit karena rasa gurihnya terlalu kuat. "Kalau meltic, makan sedikit saja sudah enek. Lemaknya terlalu rich. Kalau wagyu asli, lemaknya natural dari sapi, rasanya lebih ringan dan enak dimakan," katanya.

Bagi Muslim, selain soal kualitas, kehalalan meltique beef juga perlu diperhatikan. Sebab, poses penyuntikan lemak membuat produk ini memiliki beberapa titik kritis dalam aspek halal. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya seperti dikutip dari laman LPPOM MUI.

Pertama, sumber daging harus berasal dari sapi yang disembelih sesuai syariat Islam. Penyembelihan harus dilakukan oleh Muslim, mengucapkan basmalah, dan memastikan darah keluar sempurna. Jika asal daging tidak jelas, status kehalalannya bisa diragukan.

Kedua, jenis lemak yang digunakan. Lemak atau minyak yang disuntikkan harus berasal dari bahan halal, seperti minyak nabati atau lemak sapi halal. Lemak babi jelas tidak diperbolehkan.

Ketiga, bahan tambahan lain seperti pengemulsi, penstabil, pewarna, atau pengawet juga harus dipastikan halal dan bebas dari alkohol atau bahan haram.

Keempat, proses produksi. Peralatan dan area produksi harus terhindar dari kontaminasi silang dengan bahan non-halal serta memenuhi standar kebersihan halal.

Apakah Daging Meltique Aman Dikonsumsi?

Dari sisi keamanan pangan, meltique beef dinilai aman untuk dikonsumsi. Lemak yang digunakan, seperti minyak kanola, termasuk bahan pangan yang aman selama penggunaannya sesuai batas yang ditetapkan.

Sebelum dipasarkan, meltique beef juga harus melewati pengujian dari badan pengawas pangan untuk memastikan keamanan bahan dan proses produksinya. Hingga kini, belum ada laporan signifikan terkait efek samping dari konsumsi meltique beef.

Proses meltique sendiri bertujuan meningkatkan tampilan dan tekstur daging agar terlihat lebih menarik dan empuk, tanpa menambahkan zat berbahaya atau mengubah kandungan nutrisi secara signifikan.

Namun, konsumsi tetap perlu dibatasi. Lemak intramuskular dalam meltique beef sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang. Konsumsi berlebihan tetap berisiko memicu gangguan metabolik dan kesehatan jantung.

Dengan memahami perbedaan wagyu asli dan meltique beef, konsumen bisa lebih bijak dalam memilih daging sesuai kebutuhan, selera, dan pertimbangan kesehatan.

Berdasarkan jurnal berjudul Health Implications of Beef Intramuscular Fat Consumption, untuk mendapatkan manfaat optimal, penting juga untuk memilih daging sapi berkualitas tinggi dengan kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi dan tetap memperhatikan total asupan kalori harian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sungai Simo Meluap Lagi, Jalur Pantura Pati-Rembang Macet 4 Kilometer
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir di Pekalongan Surut: KAI Siapkan KA Penolong, Kereta Melintas 30 Km/jam
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg Bicara Pro Kontra Kepala Daerah Dipilih DPRD: Petunjuk Presiden, Kepentingan Rakyat
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Tim SAR Temukan ELT Pesawat ATR 42-500, Pencarian Black Box Masih Berlanjut
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
• 21 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.