Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata dalam negeri untuk menumbuhkan minat wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).
“Pariwisata bukan hanya soal angka, tapi juga soal kualitas. Kami dari kementerian, pemerintah khususnya, ingin tahun ini menerapkan quality tourism, atau pariwisata yang berkualitas,” kata Made Marthini di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisnus pada November 2025 mencapai 96,45 juta perjalanan, atau meningkat 0,47 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Sementara itu, secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus pada November 2025 naik signifikan sebesar 19,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak lagi warta tentang wisata budaya, kenangan Minho di Indonesia
Dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata, angka kunjungan wisnus sepanjang bulan Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 1,09 miliar perjalanan. Capaian ini sudah melampaui angka yang ditargetkan oleh pemerintah di tahun 2025 sebesar 1,08 miliar perjalanan.
Dalam periode yang sama, jumlah perjalanan wisman yang berkunjung ke Indonesia adalah sebanyak 13,98 juta orang, atau naik 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.
Untuk itu, peningkatan kualitas dari segi kebersihan dan kenyamanan fasilitas di destinasi wisata hingga sumber daya manusia (SDM) yang mengelola dinilai sangat krusial jika Indonesia ingin melampaui angka di tahun sebelumnya.
“Pariwisata yang berkualitas artinya adalah destinasinya itu berkualitas. Bagaimana kita bisa pengalaman para wisatawan itu menjadi baik, bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Baca juga: Jadi destinasi terbaik, Bali masih jadi ikon pariwisata Indonesia
“Oleh karena itu, kita banyak punya kampanye pariwisata bersih, CHSE untuk hotel, restoran, dan sebagainya. SDM-nya harus berkualitas juga untuk bisa memberikan servis yang baik,” imbuhnya.
Selain itu, Kemenpar juga mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa.
“Dari sisi marketing, kita juga ingin meningkatkan kualitas marketing. Ini juga harus bersama-sama, karena pemerintah telah mencanangkan di dalam RPJMN-nya,” kata Made Marthini.
Baca juga: Upaya Kemenpar wujudkan pariwisata Indonesia jadi berkualitas
“Pariwisata bukan hanya soal angka, tapi juga soal kualitas. Kami dari kementerian, pemerintah khususnya, ingin tahun ini menerapkan quality tourism, atau pariwisata yang berkualitas,” kata Made Marthini di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan wisnus pada November 2025 mencapai 96,45 juta perjalanan, atau meningkat 0,47 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Sementara itu, secara tahunan, jumlah perjalanan wisnus pada November 2025 naik signifikan sebesar 19,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak lagi warta tentang wisata budaya, kenangan Minho di Indonesia
Dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata, angka kunjungan wisnus sepanjang bulan Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 1,09 miliar perjalanan. Capaian ini sudah melampaui angka yang ditargetkan oleh pemerintah di tahun 2025 sebesar 1,08 miliar perjalanan.
Dalam periode yang sama, jumlah perjalanan wisman yang berkunjung ke Indonesia adalah sebanyak 13,98 juta orang, atau naik 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.
Untuk itu, peningkatan kualitas dari segi kebersihan dan kenyamanan fasilitas di destinasi wisata hingga sumber daya manusia (SDM) yang mengelola dinilai sangat krusial jika Indonesia ingin melampaui angka di tahun sebelumnya.
“Pariwisata yang berkualitas artinya adalah destinasinya itu berkualitas. Bagaimana kita bisa pengalaman para wisatawan itu menjadi baik, bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Baca juga: Jadi destinasi terbaik, Bali masih jadi ikon pariwisata Indonesia
“Oleh karena itu, kita banyak punya kampanye pariwisata bersih, CHSE untuk hotel, restoran, dan sebagainya. SDM-nya harus berkualitas juga untuk bisa memberikan servis yang baik,” imbuhnya.
Selain itu, Kemenpar juga mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa.
“Dari sisi marketing, kita juga ingin meningkatkan kualitas marketing. Ini juga harus bersama-sama, karena pemerintah telah mencanangkan di dalam RPJMN-nya,” kata Made Marthini.
Baca juga: Upaya Kemenpar wujudkan pariwisata Indonesia jadi berkualitas





