Jakarta, VIVA – Pengalaman menegangkan dialami Chelsea Olivia setelah kedua buah hatinya, Nastusha Olivia Alinskie dan Dante Oliver Alinskie, harus berjuang melawan kondisi kesehatan serius akibat keracunan makanan. Insiden ini dibagikan Chelsea melalui media sosial dan langsung menarik perhatian.
Chelsea mengungkapkan bahwa sumber masalah diduga berasal dari ikan salmon yang dikonsumsi kedua anaknya. Padahal, ikan tersebut dibeli dari supermarket besar yang selama ini dikenal memiliki standar kualitas baik dan ramai pengunjung. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Jadi Nastusha dan Dante sakit gara-gara makan ikan salmon. Padahal salmon ini aku beli dari supermarket yang besar dan ramai dan aku yang aku tahu daging dan ikan di sana itu fresh," tulis Chelsea Olivia, dikutip Senin 19 Januari 2026.
Tak hanya membeli dari tempat terpercaya, Chelsea juga memastikan proses pengolahan dilakukan sendiri di rumah dengan tingkat kematangan yang maksimal. Ia menegaskan bahwa salmon tersebut dimasak hingga benar-benar matang sebelum disajikan.
"Dan salmon ini pun dimasak sendiri di rumah sampai matang sempurna," lanjutnya.
Namun tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, Nastusha dan Dante menunjukkan gejala serius. Keduanya mengalami diare, muntah, mual, hingga demam tinggi yang membuat keluarga sempat panik. Pemeriksaan medis menyebutkan bahwa kondisi tersebut mengarah pada keracunan makanan akibat bakteri atau virus.
"Diare, muntah, mual dan demam tinggi.. ini ciri2 anak anak keracunan makanan atau adanya bakteri/virus. Suhu tertinggi Nastusha Dante 40-41 udah masuk paracetamol ga juga turun.. serem bngt.. Sampai di tanya anak-anak kejang bu?? Puji Tuhan, tidak!!!” beber Chelsea.
Dari pengalaman tersebut, Chelsea turut menyampaikan peringatan kepada masyarakat. Ia mengaku sempat membaca informasi bahwa kualitas ikan salmon di Indonesia belakangan ini sedang kurang baik untuk dikonsumsi, namun tidak terlalu memikirkannya saat itu.
"Sebenernya beberapa waktu yang lalu sempat membaca jika salmon lagi kurang bagus untuk dikonsumsi," tulisnya.
"Tapi lagi-lagi aku lupa karena kemarin pas ke Jepang sempet makan dan semua baik-baik aja, jadi nggak kepikira salmon di sini lagi nggak bagus," lanjutnya.




