Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk segera melakukan identifikasi terhadap wilayah dan zona rawan banjir, rob, serta genangan air. Hal ini menyusul bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Pati dan Kudus hingga Jakarta Utara.
"Karena kondisi curah hujan itu akan berpotensi terjadinya banjir atau terjadinya rob atau terjadinya genangan-genangan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Prabowo ke Inggris Teken Kerja Sama Pembangunan Kapal NelayanPrasetyo menjelaskan instruksi itu disampaikan Presiden Prabowo usai menggelar rapat terbatas (ratas) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 17 Januari 2025. Presiden juga menginstrusikan agar dilakukan penanganan secepat-cepatnya.
"Tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," terang Prasetyo.
Prasetyo menegaskan penanganan bencana ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Khususnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," jelas Prasetyo.
Banjir di Jakarta. Foto: Metro TV/Yurike Budiman.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin meluas hingga mencakup 35 desa di tujuh kecamatan. Ketinggian air berkisar 30–120 sentimeter dan menyebabkan 48.193 jiwa atau 15.237 keluarga terdampak.
Banjir juga berdampak terhadap arus lalu lintas di Jalur Pantura Kudus–Pati. Genangan setinggi 20–50 sentimeter sepanjang sekitar 400 meter membuat kendaraan hanya bisa melaju perlahan. Tiga titik utama terendam yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo.


