FAJAR.CO.ID, JAKARTA –Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah memberikan sorotan tajam terhadap operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan menyasar dua kepala daerah.
KPK pada Senin (19/1) dilaporkan telah melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun, Maidi. Dalam operasi itu, KPK menjaring setidaknya 15 orang. Dari jumlah orang yang diamankan itu, 9 orang dilaporkan telah diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut termasuk wali kota.
Selain di Madiun, KPK juga melakukan tangkap tangan terhadap Bupati Pati, Sudewo. Kader Partai Gerindra itu disebut-sebut menerima suap miliaran rupiah terkait pengisian jabatan perangkat desa.
Nah terhadap penangkapan dua kepala daerah tersebut, Chusnul Chotimah turut menyoroti. Bukan tanpa alasan, sebab kedua kepala daerah tersebut diketahui mendapat dukungan penuh dari mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PSI saat maju di pilkada lalu.
“Jejak digital Jokowi titip Kota Madiun ke Maidi, wali kota yang baru aja kena OTT KPK,” kata Chusnul Chotimah.
Dia lantas mengulang penilaiannya dalam berbagai kesempatan yang menyebut masalah besar yang dihadapi bangsa ini selalu ada nama Jokowi.
“Seperti yg sy bilang, hampir setiap masalah bangsa ini ada nama Jokowi, terbukti lagi kan.
Dan kalian anggap dia layak jadi nabi, bungul dan sakit jiwa,” tandas Chusnul Chotimah.
Selain terhadap Bupati Madiun, Chusnul Chotimah juga membeber jejak digital Jokowi an Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep yang mendukung Bupati Sudewa pada pilkada 2024 lalu.
“Jejak digital @jokowi dan @kaesangp endorse sudewo yg kena OTT KPK. Mereka mengajak rakyat Pati memilih orang seperti ini, mana tanggung jawabnya?,” tandasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026 pagi. Kali ini lembaga antirasuah itu mencokok Bupati Pati, Sudewo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan Sudewo sebagai salah satu pihak yang ditangkap. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.
Saat ini, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK di Polres Kudus, Jawa Tengah.
Politikus Partai Gerindra itu diduga menerima uang suap miliaran yang berkaitan dengan pemilihan perangkat desa.
Adapun Wali Kota Madiun, Maidi dilaporkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (19/1).
Selain menangkap Maidi, penyidik KPK juga mengamankan setidaknya 15 orang dalam operasi tersebut. Operasi sinyap itu dilakukan di wilayah Madiun, Jawa Timur.
Dari jumlah orang yang diamankan dalam operasi itu, KPK menyebut ada sembilan orang yang langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk salah satunya wali kota.
OTT terhadap Wali Kota Madiun itu dibenarkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” kata Budi Prasetyo.
Ia menambahkan para pihak yang diamankan langsung dilakukan pemeriksaan. “Selanjutnya sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata Budi.
Dalam operasi tersebut, tim penyidik juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai. “Selain itu tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” jelas Budi.
Menurut keterangan Juru Bicara KPK, operasi tangkap tangan ini diduga kuat terkait dengan praktik pungutan liar dalam pengurusan proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan.
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” pungkas Budi Prasetyo. (fajar)





