Pemerintah Kota Surabaya akan menyiapkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi tahun ajaran 2026.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, pembangunan Sekolah Rahuat sudah berjalan dikerjakan kementerian, pemkot menyediakan lahan.
Tujuannya, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi warga kurang mampu.
“Alhamdulillah sudah. Jadi, sudah dikerjakan Sekolah Rakyat. Ada di Tambak Wedi. Kami sudah sediakan enam hektare, empat hektare, dan dua hektare. Sekarang sudah dikerjakan oleh kementerian. Ini insyaallah di tahun 2026 ini, meskipun belum full semuanya, insyaallah akan digunakan di tahun ajaran baru. Moga-mogalah,” ujar Eri dikutip Senin (19/1/2026).
Eri menjelaskan, penyediaan lahan aset milik Pemkot Surabaya itu sesuai ketentuan, pemerintah daerah diminta menyediakan tanah sebagai syarat pembangunan Sekolah Rakyat.
“Tanah pemkot. Karena kan sekolah rakyat itu pemerintah daerah disuruh diminta untuk menyiapkan tanah. Dan kami siapkan tanah 6 hektar memang, tapi terpecah tidak ada yang satu tempat berseberangan nanti digunakan jembatan untuk menghubung antara dua bangunan ini,” jelasnya.
Soal jenjang pendidikan yang akan dibuka, belum ada informasi detail.
“Saya belum tahu ya, yang penting hari ini beliau membangun karena sudah dari kami siapkan, hari ini membangun beliau menyampaikan insyaallah di tahun ajaran baru kalau ini sudah bisa ditempati akan ditempati,” katanya.
Eri menegaskan, penermaan siswa Sekolah Rakyat akan berdasarkan data warga tidak mampu yang telah terverifikasi.
“Tidak ada seleksi kalau untuk sekolah rakyat tapi itu adalah sesuai dengan database yang memang dia itu orang yang tidak mampu maka secara otomatis akan masuk sesuai dengan kuota yang ada. Lek kuotane 100 ya mungkin 100 tok sing mampu mlebu, tapi tidak ada tes-tesan Tapi semuanya masuk,” tegasnya.
Ia memastikan, Sekolah Rakyat tidak boleh dimanfaatkan oleh kelompok yang sebenarnya mampu. “Ini loh yang tadi, yang saya sampaikan. Sing sugih ojo jupuk jatahe wong sing gak duwe,” tandasnya. (lta/saf/ipg)



