Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Berkomitmen Menjaga Stabilitas Fiskal

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinilai berkomitmen dalam menjaga stabilitas fiskal. Hal tersebut terwujud dalam peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Salah satu yang disorot, yakni upaya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pertamina di bawah koordinasi Menteri Bahlil, berhasil meningkatkan PBNP dan menjadi penopang APBN.

“Keberhasilan Menteri Bahlil dalam meningkatkan PNBP dan mengurangi impor energi adalah langkah strategis yang menyelamatkan uang negara. Ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi dan penguatan produksi dalam negeri benar-benar memberi dampak nyata bagi fiskal nasional,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.

Menurut Abdul, strategi efisiensi dengan mengurangi impor energi juga dijalankan secara konsisten. Hal tersebut memperkuat cadangan devisa dan menekan beban subsidi.

"Selain itu, Menteri Bahlil menggagas rencana pengalihan subsidi gas LPG 3 kilogram menjadi subsidi DME batubara, sebuah langkah transisi energi yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor,” kata Abdul Rahman.
 

Baca Juga :Di Depan Prabowo, Bahlil Bongkar Drama Pembangunan Kilang Balikpapan


Abdul Rahman Farisi menambahkan setiap rencana pengurangan impor, cenderung mengurangi dan menyelamatkan uang negara. Baik, dalam bentuk subsidi maupun dalam bentuk devisa untuk kepentingan impor. 

“Sinergi antara Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil semakin kompak. Kami yakin tahun ini akan menjadi momentum konsolidasi kebijakan energi nasional yang lebih kuat, sekaligus memperkokoh kedaulatan fiskal dan energi Indonesia,” kata Abdul Rahman.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Foto: Istimewa

Selain itu, Bahlil mendapat apresiasi dari pelaku usaha yang menilai kinerjanya sebagai salah satu yang terbaik dalam satu dekade terakhir di sektor energi. 

“Ia juga meraih penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Transisi Energi pada ajang detikcom Award 2025, berkat kontribusinya dalam mendorong investasi energi baru terbarukan, dan hilirisasi pertambangan,” jelas Mantan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas ini.

Partai Golkar melihat capaian tersebut sebagai fondasi penting untuk tahun 2026. Ia meyakini Bahlil akan semakin menunjukkan kinerja baik di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil semakin kompak. Kami yakin tahun ini akan menjadi momentum konsolidasi kebijakan energi nasional yang lebih kuat, sekaligus memperkokoh kedaulatan fiskal dan energi Indonesia,” tegasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pilkada e-Voting Diusulkan, DPR Ingatkan Risiko Pengamanan Teknologi
• 8 jam laludisway.id
thumb
Bengkel Sastra DEMA JBSI FBS UNM Pentaskan “Akal Ilusi” di FTMI XIX
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pengendali BOLT Tambah Kepemilikan Saham 50 Juta Lembar
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II
• 5 jam laludisway.id
thumb
DPR RI Tegaskan Pilpres Tetap Langsung, Fokus Revisi UU Pemilu 2026 Tanpa Libatkan MPR
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.