Bursa Asia Mixed, Investor Saham Pantau Ancaman Trump ke Eropa

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan di Senin (19/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kekhawatiran global terkait perang dagang dengan mengumumkan tarif impor terhadap sejumlah negara dari Eropa.

Dilansir Selasa (20/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Korea Selatan catatkan kenaikan dalam perdagangan kali ini:

  • Hang Seng (Hong Kong): Turun 1,05% ke 26.563,90
  • CSI 300 (China): Naik 0,06% ke 4.734,46
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,29% ke 4.114,00
  • Nikkei 225 (Jepang): Turun 0,65% ke 53.583,57
  • Topix (Jepang): Turun 0,06% ke 3.656,40
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 1,32% ke 4.904,66
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 1,44% ke 968,36

Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga dua puluh lima persen terhadap beberapa negara dari Eropa. Ia menyatakan kebijakan tersebut akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan penjualan dari Greenland ke AS.

Blok Eropa secara luas menolak tuntutan tersebut. Sementara Prancis dikabarkan tengah menyiapkan langkah pembalasan ekonomi terhadap Washington.

Ancaman Trump menambah ketegangan geopolitik global yang sudah meningkat, sehingga membuat investor cenderung menghindari aset berisiko. 

Di China, pergerakan indeks saham cenderung terbatas setelah data pemerintah menunjukkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sedikit di atas perkiraan secara kuartalan pada periode Desember.

PDB China tumbuh secara tahunan hingga 4,5%. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu mencapai 5%. Capaian tersebut sesuai dengan target pemerintah. Pertumbuhan ekonomi ini terutama ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, seiring permintaan di luar Amerika Serikat. 

Namun, sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan lemahnya pemulihan. Investasi aset tetap tercatat turun lebih dalam dari perkiraan, sementara pertumbuhan penjualan ritel juga berada di bawah ekspektasi pasar.

Di Korea Selatan, Hyundai mencetak rekor tertinggi di tengah meningkatnya optimisme terhadap prospek perusahaan dalam bidang robotika dan kecerdasan buatan. S

aham Hyundai melonjak signifikan sepanjang tahun ini, terutama setelah jajaran eksekutif perusahaan terlihat bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang. Hal itu memicu spekulasi kerja sama strategis.

Baca Juga: ‎Lepas Saham dan Jabatan, Prilly Mundur dari Sinemaku Pictures

Hyundai juga memamerkan rencana robotika dan physical akal imitasi serta mengumumkan perekrutan dari Eks Kepala Robotika Tesla.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Perhatian! Truk ODOL Dilarang Lewat Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera
• 11 jam laludisway.id
thumb
Pendaftaran TKA Jenjang SD dan SMP Dimulai
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Progres Smelter HPAL Vale: Pomalaa-Bahodopi Rampung 2026, Sorowako 2027
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Kasus Pemerasan K3, Noel Didakwa Terima Suap Rp3 Miliar | KOMPAS PETANG
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.