Gagal Panen 120 Hektar di Ciranjang, Cianjur Lakukan Pendataan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah melakukan pendataan terkait gagal panen yang menimpa 120 hektar lahan di Kecamatan Ciranjang. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi penyebab dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Kepala DTPHPKP Cianjur, Ahmad Danial, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memerintahkan penyuluh dan petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) untuk segera bergerak ke lapangan. Mereka bertugas mendata luas lahan yang terdampak gagal panen serta memeriksa apakah petani tersebut terdaftar dalam asuransi.

"Setelah mendapatkan data pasti mengenai luas lahan yang terserang hama dan mengetahui berapa banyak petani yang ikut asuransi, kami akan mencari solusi," ujar Ahmad di Cianjur, Senin.

Selama ini, penyuluh dan petugas rutin turun ke lapangan untuk membantu petani menghadapi hama dan penyakit tanaman. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pendampingan di seluruh wilayah Cianjur.

Serangan Hama dan Penyakit

Di Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, ratusan hektar sawah mengalami gagal panen akibat serangan hama burung pipit dan penyakit tanaman. Serangan ini dimulai ketika tanaman padi berusia sekitar 45 hari.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Seorang petani di Kampung Pasirangin, Teten (51), menyatakan dari satu hektar sawah yang biasanya menghasilkan tujuh hingga delapan ton gabah, kini sebagian besar tanaman padinya mati. Meskipun berbagai upaya seperti penyemprotan pestisida dan pemasangan jaring telah dilakukan, serangan masif burung pipit tetap menyebabkan kerusakan parah hingga gagal panen total atau fuso.

Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, menambahkan bahwa pola tanam yang tidak serempak menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini. Siklus hama yang tidak terputus membuat masalah terus berulang. Ia berharap dinas terkait dapat memberikan solusi dan bantuan kepada para petani.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Relaksasi Dana TKD Rp10,8 Triliun untuk Pemulihan Sumatra
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Industri di Jatim Teriak Darurat Pasokan Gas Murah, Kuota Dibatasi di Bawah 50%
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
MK Tegaskan Polisi Aktif Boleh Isi Jabatan ASN, Mengacu UU Polri
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Harga Emas Antam Ngegas, Naik Tajam
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Upaya Restorative Justice Gagal, Kasus Wardatina Mawa vs Inara Rusli dan Ihsanul Fahmi Naik ke Gelar Perkara
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.