Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan ibu rumah tangga (IRT) di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilatih untuk mengembangkan bakat mengolah makanannya hingga menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tercatat 50 IRT mengikuti program 'Peltaihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang' yang dilaksanakan oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Rumah Zakat.
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno berharap pelatihan ini membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral.
Ia mengatakan para peserta juga diajarkan memasarkan produk dengan memanfaatkan kecanggihan kecerdasan buatan AI.
"Terpenting adalah terbangun jejaring antar usaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," kata Sandiaga Uno, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Sandiaga Uno mengatakan secara khusus pihaknya terus mendongkrak kemandirian kaum perempuan secara ekonomi.
Karenanya, pelatihan tata boga ini dipilih mengingat bahan baku yang mudah didapat serta akrab dengan kegiatan perempuan khususnya IRT.
Ia menegaskan para peserta juga akan dilakukan pendampingan lanjutan kendati program pelatihan telah rampung terselenggara.
"Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Dari talam singkong dan muffin pisang, ibu-ibu auto (langsung) bikin cuan," katanya.
Sementara itu, perwakilan Rumah Zakat, Asep Suhendar mengatakan program pelatihan ini termasuk dalam upaya mendorong kemajuan desa melalui ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat.
"Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," ungkap Asep.
Di sisi lain, Sekretaris Desa Kertaangsana, Dinding mengapresiasi kegiatan pelatihan terhadap IRT itu.
Pihaknya berharap program ini membawa manfaat bagi IRT untuk memiliki keterampilan dalam membuat suatu usaha rumahan.
"Akhirnya bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," ujarnya.(raa)



