Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pandangannya mengenai ekoteologi serta urgensi peran agama dan kesadaran manusia di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan saat menghadiri konferensi internasional di Mesir yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir.
Forum internasional ini turut dihadiri oleh Menteri Wakaf yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah ulama, intelektual, cendekiawan, dan peneliti dari berbagai penjuru dunia. Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Agama didampingi oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M Hanafi, serta Tenaga Ahli Menteri Agama, Bunyamin Yafid.
Mengawali sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi atas dukungan penuh yang diberikan sehingga konferensi tersebut dapat terlaksana.
Menag menguraikan makna tanggung jawab manusia dalam kacamata Islam. Ia menjelaskan, tanggung jawab tidak semata-mata soal mencari nafkah, tetapi juga mencakup dimensi moral, amanah sosial, serta kesadaran mendalam untuk menjaga kelestarian bumi.
“Dalam kerangka inilah, kami menegaskan pentingnya apa yang kami sebut sebagai ekoteologi, yakni cara pandang yang memahami hubungan antara manusia dan lingkungan berdasarkan prinsip amanah dan tanggung jawab etis,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/1/2026).



