FAJAR, PANGKEP- Kelompok pencari lebah hutan yang merupakan warga lokal akan dilibatkan dalam proses pencarian hari keempat pasca jatuhnya pesawat ATR 42-500 Selasa (20/1/2026) di Gunung Bulusaraung.
Koordinator pencarian lebah hutan, Mursalim Yunus, saat menyempatkan waktu wawancara dengan FAJAR. Ia menjelaskan bahwa kelompok pencari lebah hutan memang sudah lama ada dan selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, sebab aktivitasnya banyak dilakukan dengan menyusuri lereng Gunung Bulusaraung untuk mencari madu dari lebah hutan.
Pengalaman mereka keluar masuk hutan dinilai akan sangat membantu dalam proses pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Menurut Mursalim, lokasi penemuan korban berada di jalur yang tidak biasa dilalui oleh pendaki.
“Jalur tersebut bukan jalur harian warga ataupun pendaki, melainkan lintasan yang hanya dilewati pada kondisi tertentu, sehingga akan dibantu dari warga yang biasa mencari lebah hutan, ada 19 orang,” pungkasnya.(fit)





