ADAMUZ, KOMPAS.TV - Polisi memastikan sedikitnya 39 orang dipastikan tewas dalam tabrakan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol pada Minggu (18/1/2026) malam pukul 19.45 waktu setempat.
Kereta yang mengalami tabrakan membawa 289 penumpang saat perjalanan dari Malaga ke ibu kota Spanyol, Madrid.
Nahasnya, kereta itu keluar dari rel dan menabrak kereta lain yang datang dari arah sebaliknya, yaitu dari Madrid menuju Huelva, kota lain yang berada di Spanyol selatan.
Benturan tersebut melemparkan gerbong depan kereta kedua keluar dari rel, membuat mereka jatuh menuruni lereng setinggi 4 meter.
"Beberapa jenazah ditemukan ratusan meter dari lokasi kecelakaan,” kata Presiden Regional Andalusia Juanma Moreno.
Moreno menggambarkan puing-puing tersebut seperti massa logam yang bengkok. Diduga, masih ada jenazah yang berada di dalam gerbong kereta itu.
Upaya untuk menemukan jenazah terus berlanjut pada Senin, dan jumlah korban tewas diperkirakan bisa meningkat.
Pihak berwenang juga fokus pada pemberian dukungan kepada ratusan anggota keluarga yang berduka dan telah meminta mereka untuk memberikan sampel DNA untuk membantu mengidentifikasi korban.
“Bagian depan kereta kedua, yang membawa hampir 200 penumpang, mendapatkan dampak paling besar,” kata Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente, seperti dikutip dari The Associated Press.
Baca Juga: Imbas Banjir di Pekalongan, Penumpang Kereta Majapahit Malang-Jakarta Terjebak 10 Jam
Puente mengatakan, diduga sebagian besar korban tewas di gerbong-gerbong tersebut. Sementara para korban yang selamat telah dievakuasi pada Senin pagi.
Kecelakaan itu mengguncang Spanyol, yang selama ini dikenal unggul dalam jarak tempuh kereta api berkecepatan tinggi di Eropa.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Associated Press
- kecelakaan kereta
- spanyol
- kereta cepat




