Harga Minyak Stabil, Isu Iran Mereda dan Greenland Jadi Sorotan

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak cenderung stabil pada Senin (19/1/2026) seiring meredanya kerusuhan sipil di Iran, yang menurunkan kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS).

Harga Minyak Stabil, Isu Iran Mereda dan Greenland Jadi Sorotan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak cenderung stabil pada Senin (19/1/2026) seiring meredanya kerusuhan sipil di Iran, yang menurunkan kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) dan potensi gangguan pasokan dari negara produsen utama tersebut.

Perhatian pelaku pasar pun beralih ke kebuntuan politik terkait Greenland.

Baca Juga:
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor di Tengah Memanasnya Sengketa Greenland

Minyak mentah Brent naik tipis 0,02 persen ke level USD64,14 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari ditutup mendatar di USD59,44 per barel, sama dengan penyelesaian hari sebelumnya.

Aktivitas perdagangan relatif sepi karena libur federal di AS.

Baca Juga:
Soechi Lines (SOCI) Bidik Utilisasi Armada Kapal di Atas 80 Persen pada 2026

Aksi penindakan keras pemerintah Iran disebut telah meredam gelombang protes yang, menurut pejabat setempat, menewaskan 5.000 orang.

Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump terlihat menarik diri dari ancaman intervensi militer yang sebelumnya sempat dilontarkan.

Baca Juga:
IHSG Berpeluang Cetak Rekor Baru, Cek Pergerakan Saham MDKA hingga BKSL

“Setelah kekhawatiran soal Iran mereda dalam beberapa hari terakhir menyusul rumor serangan AS, pasar kini berfokus pada isu Greenland dan sejauh mana dampak konflik antara AS dan Eropa. Perluasan perang dagang berpotensi memengaruhi permintaan,” kata analis Rystad Energy, Janiv Shah, dikutip dari Reuters.

Trump belakangan meningkatkan tekanannya untuk merebut kedaulatan Greenland dari Denmark, sesama anggota NATO.

Ia mengancam menerapkan tarif hukuman terhadap negara-negara yang menghalangi langkah tersebut, memicu Uni Eropa mempertimbangkan langkah balasan.

Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussels pada Kamis, demikian disampaikan juru bicara Uni Eropa pada Senin.

Meski Greenland tidak memproduksi minyak sehingga tidak memiliki kaitan langsung dengan pasar minyak mentah, pendiri Commodity Context Rory Johnston menilai sengketa tersebut bersifat “risk-off” bagi investor.

Ia merujuk pada aksi jual di pasar saham global yang terjadi pada Senin.

Saham-saham dunia melemah dan dolar AS terkoreksi terhadap yen Jepang serta franc Swiss, di tengah kekhawatiran meningkatnya potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa.

“Pasar juga mencermati risiko kerusakan infrastruktur Rusia dan pasokan distilat, terutama ketika cuaca dingin diperkirakan melintasi Amerika Utara dan Eropa, yang turut menambah kegelisahan pasar,” kata analis PVM Oil Associates John Evans.

Dalam jangka lebih panjang, pasar minyak mentah diperkirakan masih menghadapi tekanan dari meningkatnya pasokan minyak Venezuela ke wilayah Teluk AS.

Namun, proyeksi baru Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi global lebih kuat pada 2026 berpotensi mengangkat ekspektasi permintaan, ujar analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

“Pasar akan terkunci oleh tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish, sehingga pergerakannya cenderung mendatar,” kata Flynn. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hari Keempat Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500, Tim SAR Fokus ke Tebing Ekstrem
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sering Kehilangan Barang Bukan Berarti Dicuri, Amalkan Doa Berikut Agar Segera Ditemukan Kembali
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Alexi Lalas Puji Perubahan Skema Timnas Amerika Serikat
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Indikasi Tukar Jabatan Wamenkeu-Deputi Gubernur BI, Menkeu Purbaya: Niatnya Dia Apa Sih
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
Profil Sota Fukushi Pemain Can This Love be Translated? yang Tuai Kontroversi
• 7 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.