Jakarta, CNBC Indonesia - Seruan boikot Piala Dunia 2026 menguat di Inggris setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman terkait Greenland dan mengumumkan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris. Desakan tersebut datang lintas partai, dari Konservatif, Buruh, hingga Liberal Demokrat.
Anggota parlemen senior Konservatif Simon Hoare menjadi salah satu suara terdepan yang mendorong pemerintah Inggris mengambil langkah keras, termasuk mempertimbangkan boikot Piala Dunia yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko pada musim panas ini.
"Kita perlu melawan api dengan api. Trump mudah tersinggung, memiliki ego besar, dan tidak suka dipermalukan," kata Hoare dalam pernyataannya di Dewan Perwakilan Rakyat Inggris, dikutip Guardian, Selasa (20/1/2026).
"Haruskah tim sepak bola kita bermain di stadion Amerika untuk Piala Dunia? Ini adalah hal-hal yang akan mempermalukan presiden di dalam negeri," tambahnya.
Hoare juga mengusulkan agar kunjungan kenegaraan Raja Charles ke AS dibatalkan sebagai bentuk tekanan diplomatik. Gagasan ini turut didukung oleh pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey.
Nada serupa disampaikan anggota parlemen Liberal Demokrat Luke Taylor. Ia menilai boikot Piala Dunia dapat menjadi sinyal tegas kepada Trump. "Satu-satunya hal yang dia tanggapi adalah harga dirinya sendiri," ujar Taylor.
Anggota parlemen Partai Buruh, Kate Osborne, juga menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot Piala Dunia. Ia menilai sikap Trump telah melampaui batas, mulai dari rekam jejaknya yang buruk dalam isu hak asasi manusia, penghinaan terhadap supremasi hukum, hingga ancaman terhadap Greenland serta serangan terhadap pemerintah Inggris.
"Amerika Serikat seharusnya tidak boleh berpartisipasi dalam Piala Dunia, apalagi menjadi tuan rumahnya," kata Osborne kepada Metro.
Sejumlah politisi Eropa juga mulai menggemakan sikap serupa. Politikus Jerman Jurgen Hardt menyebut boikot Piala Dunia sebagai "jalan terakhir" untuk "membuat Trump sadar akan masalah Greenland."
Desakan boikot semakin meluas setelah Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif impor sebesar 10% terhadap Inggris, yang akan naik menjadi 25% mulai 1 Juni, kecuali tercapai kesepakatan terkait upaya Washington mengambil alih Greenland dari Denmark. Kebijakan serupa juga ditujukan kepada Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia.
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan 16 kota tuan rumah, 11 di AS, tiga di Meksiko, dan dua di Kanada. Amerika Serikat sendiri akan menggelar 78 dari total 104 pertandingan turnamen yang diperluas menjadi 48 tim.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan penolakannya terhadap tarif Trump. Dalam konferensi pers darurat, ia menyebut kebijakan tersebut "sama sekali salah" dan memperingatkan bahwa tekanan ekonomi bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan perbedaan dalam aliansi.
Delapan negara NATO yang terdampak bahkan mengeluarkan pernyataan bersama, memperingatkan bahwa langkah Trump berpotensi menciptakan "spiral penurunan yang berbahaya" dalam hubungan transatlantik.
(tfa/tfa)


