Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai langkah strategis untuk memberdayakan peternak lokal, menekan biaya produksi, memperkuat rantai pasok, dan mendorong perekonomian daerah.
"Program hilirisasi ayam terintegrasi salah satunya di Kabupaten Bone akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Mentan Amran, melasir Antara, Selasa (20/1/2026).
Advertisement
Andi Amran menekankan, program ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo sebagai program strategis nasional untuk menciptakan peningkatan daya saing dan kestabilan usaha serta menyejahterakan peternak melalui kepastian bibit (Day Old Chick/DOC) yang terjangkau.
Dengan itu, kata dia, Kementan menghadirkan langsung kepada peternak melalui ketersediaan bibit, pakan yang tersedia, pemasaran hasil, serta untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat pedesaan.
"Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga Day Old Chick (DOC), pakan, pullet dan terjamin kualitas serta kuantitasnya dengan harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI," terang Andi Amran.
Mentan Andi Amrann didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda meninjau langsung kesiapan kawasan yang akan dijadikan pusat peternakan unggas nasional, dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.




