Lampu Merah di Jalur “Tengkorak Cilincing” Hanya Jadi Pajangan, Lalu Lintas Kian Mencekam

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Suara klakson yang saling bersahutan nyaris tak pernah berhenti terdengar di perempatan Jalan Cilincing, Jakarta Utara, setiap hari.

Di titik temu arus kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Cilincing, dan Cakung ini, aturan lalu lintas seolah kehilangan makna.

Para pengendara saling beradu klakson untuk berebut jalan di perempatan tersebut secara semaunya, seakan tak ada lagi rambu dan aturan lalu lintas yang harus dipatuhi.

Truk trailer dan kontainer dari arah Pelabuhan Tanjung Priok yang hendak lurus menuju Cilincing atau berbelok ke kanan ke arah Cakung kerap menerobos lampu lalu lintas saat melintas di perempatan ini.

Baca juga: Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Terendam Banjir 30 Cm, Pengendara Pilih Putar Balik

Hal serupa juga dilakukan pengendara mobil dan sepeda motor dari arah Cilincing menuju Tanjung Priok yang enggan mengikuti lampu merah, meski alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di lokasi masih berfungsi dengan baik.

Lampu merah di perempatan ini seolah hanya menjadi pajangan, meskipun secara teknis masih beroperasi secara optimal.

Kondisi saling menerobos lampu merah membuat kendaraan roda dua dan roda empat kerap bersinggungan dengan truk di tengah perempatan. Tak jarang, para pengendara justru terlibat adu mulut, meski sama-sama melakukan pelanggaran lalu lintas.

Tak hanya adu argumen, banyak kendaraan nyaris bertabrakan akibat ketidaktertiban para pengendara dalam mematuhi lampu lalu lintas yang ada.

Bahkan, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk trailer kerap terjadi di lokasi ini, hingga membuat perempatan Cilincing dijuluki sebagai jalur tengkorak.

Baca juga: 3 Warga Cilincing Tewas Tersetrum saat Banjir Landa Sejumlah Wilayah Jakarta

Lampu merah seolah tak berfungsi

Salah satu sopir truk, Nuratmo (45), mengatakan kondisi semrawut di perempatan Cilincing sudah berlangsung lama dan lampu lalu lintas di lokasi tersebut seolah tak lagi berfungsi.

"Kalau untuk Perempatan Cilincing itu udah dari dulu enggak fungsi," ucap Nuratmo saat diwawancarai Kompas.com, Senin (19/1/2026).

Kondisi itu, menurut dia, membuat pengendara mobil dan sepeda motor saling menyerobot satu sama lain, sehingga lalu lintas di lokasi menjadi sangat semrawut.

Tak hanya di satu titik, Nuratmo menyebut lalu lintas di perempatan Kebon Baru, Cilincing, juga tak kalah kacau karena para pengendara tak lagi menghiraukan lampu lalu lintas yang ada.

Para pengendara justru lebih memilih mengikuti arahan juru parkir liar yang berusaha mengatur arus kendaraan di lokasi tersebut.

"Malah Pak Ogah yang mengatur jalan. Ini lah yang seringkali terjadi kemacetan dan kadang kecelakaan," sambung dia.

Baca juga: Menyelam di Air Limbah demi Panen Kerang Hijau, Nelayan Cilincing: Kepala Pusing, Dada Sesak

Pengendara pilih trobos lampu merah

Pengendara lainnya, Arafiq (46), juga mengungkapkan hal serupa. Ia menilai, saling menyerobot di perempatan Cilincing sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan pengendara setiap hari.

"Dari dulu memang lalu lintasnya begini, saling serobot lampu merahnya juga enggak berpengaruh," tutur Arafiq saat ditemui di lokasi, Senin.

Ia mengakui menjadi salah satu pengendara yang kerap menerobos lampu merah di perempatan tersebut. Awalnya, Arafiq mengaku takut mengalami kecelakaan jika nekat melanggar aturan lalu lintas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, karena pelanggaran itu dilakukan banyak pengendara lain, ia merasa terpaksa mengikuti arus pelanggaran tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alexi Lalas Puji Perubahan Skema Timnas Amerika Serikat
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Rekam Jejak Bupati Pati Sudewo, Didemo Warga Hingga Terjaring OTT KPK
• 4 jam lalunarasi.tv
thumb
Biodata Umay Shahab dan Transformasinya, Aktor Cilik Kini Jadi Sutradara
• 5 jam lalutheasianparent.com
thumb
Terapkan Restorative Justice, Status Tersangka Eggi Sudjana Dicabut
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Jalan Khusus Batubara Beroperasi, Pemprov Sumsel Tingkatkan Pengawasan
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.