Wall Street Libur, Investor Pantau Laporan Keuangan Perusahaan di Bursa AS

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) tutup pada Senin (19/1). Hal itu untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr. Investor kini menaruh harapan pada musim laporan keuangan perusahaan untuk menjaga reli pasar saham di tengah tekanan kebijakan domestik dan meningkatnya ketegangan geopolitik di awal tahun.

Setelah sektor perbankan dan lembaga keuangan membuka laporan kinerja kuartal keempat, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor dijadwalkan merilis kinerja keuangan mereka dalam sepekan ke depan.

Baca Juga: Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Pangkas Kepemilikan Saham NRCA

“Dengan banyaknya kebisingan dari geopolitik dan kebijakan, menjadi sangat penting bagi kinerja laba perusahaan untuk menjadi penopang sentimen pasar,” kata Kepala Strategi Pasar B Riley Wealth, Art Hogan, dilansir dari Reuters, Selasa (20/1).

Menurut Hogan, ekspektasi pasar terhadap laporan keuangan kuartal ini cukup tinggi. Perusahaan yang mampu melampaui perkiraan dan menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun ini dinilai berpeluang mendapatkan respons positif dari investor.

Saham perbankan tertekan sepanjang pekan lalu, salah satunya dipicu oleh usulan untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimum sebesar sepuluh persen dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kebijakan tersebut mengejutkan industri keuangan dan menyusul rencana pembatasan pembelian rumah keluarga tunggal oleh Wall Street.

Investor juga menanti keputusan pengadilan terkait legalitas tarif global yang diberlakukan Trump. Putusan tersebut berpotensi memicu volatilitas harga aset.

Mahkamah Agung juga akan mendengarkan argumen hukum terkait upaya sang presiden mencopot Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Isu ini kembali menyoroti independensi bank sentral di tengah kritik pemerintah terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Perusahaan Singapura Berencana Caplok 27,83% Saham SPRE

Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral  kembali mencuat setelah muncul kabar penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Trump menyatakan tidak berencana memecatnya, namun disebut akan segera mengajukan calon pemimpin baru bank sentral AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Sekarang, Garuda Indonesia Perpanjang Pendaftaran Pengadaan Tas Koper Haji 2026
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Jawab Perkembangan Perpres tentang Ojol: Harapan Kita Secepatnya Bisa Cari Titik Temu
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Bupati Pati Sudewo Jalani Pemeriksaan di KPK Terkait Kasus Jual Beli Jabatan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kena OTT KPK, Wali Kota Madiun: Saya Tak Lelah Bangun Kota Madiun
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Hari Ketiga Banjir Karawang, 17 Desa Masih Terendam Luapan Sungai Citarum
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.