Jakarta, IDN Times - Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengumumkan gencatan senjata nasional dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin etnis Kurdi. Pengumuman pada Minggu (18/1/2026) menandai berakhirnya pertempuran sengit selama dua minggu terakhir di wilayah timur laut negara itu.
Kesepakatan mencakup integrasi pasukan SDF ke dalam struktur militer negara serta pengembalian kendali pemerintah pusat atas wilayah strategis. Lembaga-lembaga negara Suriah akan kembali beroperasi di provinsi Raqqa, Deir Az Zor, dan Al-Hasakah yang sebelumnya dikuasai otoritas otonom Kurdi.
Gencatan senjata tercapai setelah pertemuan tingkat tinggi di Damaskus yang melibatkan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Tom Barrack. Presiden al-Sharaa menyebut perjanjian ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Suriah untuk melangkah maju dari perpecahan masa lalu.




