Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 40 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah dua kereta cepat bertabrakan di Spanyol selatan pada Minggu malam. Insiden di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, itu disebut sebagai salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir.
Layanan darurat setempat melaporkan sedikitnya 12 korban dirawat di unit perawatan intensif. Hingga Senin, polisi juga menerima 43 laporan orang hilang di sejumlah kota, termasuk Madrid, Málaga, Córdoba, Huelva, dan Seville.
Presiden wilayah Andalusia, Juan Manuel Moreno, mengatakan medan lokasi kecelakaan yang terpencil dan berbukit menyulitkan proses evakuasi.
"Tim penyelamat menghadapi kesulitan membawa peralatan berat untuk mengangkat puing-puing dan menjangkau korban," katanya, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/1/2026).
Direktur darurat nasional Palang Merah Spanyol, Iñigo Vila, juga menegaskan tantangan serupa. "Lokasi hanya bisa diakses melalui jalan setapak, sehingga ambulans sulit menjangkau area kecelakaan," ujarnya kepada Reuters.
Rekaman drone polisi menunjukkan dua rangkaian kereta yang membawa total 527 penumpang berhenti terpisah sekitar 500 meter. Beberapa gerbong terbelah, sementara lokomotif hancur parah.
Presiden Renfe, Álvaro Fernández Heredia, menjelaskan bahwa kereta Iryo yang melaju dari Malaga ke Madrid dengan kecepatan sekitar 110 km/jam tergelincir terlebih dahulu.
"Sekitar 20 detik kemudian, kereta kedua yang melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan 200 km/jam bertabrakan dengan dua gerbong terakhir atau puing-puing di jalur," katanya kepada radio Cadena Ser.
Penyelidikan awal menemukan adanya sambungan rel yang rusak di lokasi kejadian. Sumber yang mengetahui investigasi menyebutkan kerusakan tersebut bisa menjadi kunci penyebab kecelakaan. Kepala Komisi Investigasi Kecelakaan Kereta Api Spanyol (CIAF), Ignacio Barron, mengatakan fokus utama penyelidikan adalah kondisi teknis.
"Yang selalu berperan dalam kecelakaan kereta api adalah interaksi antara rel dan kendaraan," ujarnya di RTVE.
Perdana Menteri Pedro Sanchez membatalkan perjalanannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, sementara Menteri Transportasi Oscar Puente langsung mengunjungi lokasi kejadian. Polisi juga membuka pos khusus di Cordoba untuk pengambilan sampel DNA guna mengidentifikasi korban tewas.
Kecelakaan ini menjadi yang paling mematikan di Spanyol sejak 2013, ketika sebuah kereta tergelincir di Santiago de Compostela dan menewaskan 80 orang. Insiden tersebut juga kembali menyorot peringatan serikat masinis tentang keausan jalur Madrid-Andalusia yang telah disampaikan kepada pengelola infrastruktur Adif sejak Agustus lalu.
(tfa/luc)



