Senangnya Warga Kampung Gabus Didatangi Gibran Saat Banjir, Ditanya Kondisi Kesehatan

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah warga Kampung Gabus, Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengaku senang usai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung lingkungan tempat tinggal mereka yang terendam banjir, Senin (19/1/2026).

Salah warga setempat, Widia (26), mengaku tak menyangka bisa berbincang langsung dengan Gibran terkait kondisi kesehatannya.

“Dia (Gibran) bilang gini, ‘Itu kenapa kakinya?’ Soalnya kaki saya merah karena banjir dan becek-becekan terus. Kata saya (ke Gibran) 'Iya gatal'. Terus disuruh pakein obat gitu. Ini baru mendingan karena pakai salep,” ujar Widia saat ditemui Kompas.com, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Budaya Terobos Lampu Merah Mengakar di “Jalur Tengkorak” Cilincing

Widia menuturkan, saat kunjungan berlangsung dirinya berada di dalam rumah, sementara Gibran berdiri tepat di depan pintu rumahnya.

“Saya posisinya di dalam (rumah), awalnya pengen foto cuma enggak enak soalnya kan sudah ramai orang merekam, jadi malu,” ungkapnya.

Selain menanyakan kondisi kesehatan, Widia menyebut Gibran juga mengingatkan agar warga lebih waspada terhadap anak-anak di tengah banjir yang cukup tinggi.

“Kemarin Pak Wapres nyari tahu keadaan banjir di sini. Katanya kalau punya anak kecil, jangan diajak main air. Soalnya kan kalau sama air girang (senang),” lanjut Widia.

Sebagai warga yang kerap menjadi korban banjir, Widia mengaku kelelahan. Ia berharap pemerintah memberikan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

“Capek kalau banjir melulu kayak gini. Mungkin normalisasi Kali CBL biar enggak banjir lagi. Ini aja barang-barang belum pada diturun-turunin,” katanya.

Widia menjelaskan, banjir di wilayahnya terjadi sejak Minggu (18/1/2026) pagi hingga Senin (19/1/2026) sore. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter di dalam rumah dan 80 sentimeter di luar rumah.

Baca juga: 13 Siswa SD Negeri di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru

“Saya sempat mengungsi di rumah mertua. Terpaksa rumah ditinggal. Dan ini sudah dua kali banjir dari Desember sampai Januari,” ujarnya.

Meski dikunjungi Wakil Presiden, Widia mengaku belum menerima bantuan secara langsung.

“Belum ada (bantuan), cuma kunjungan doang ya,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Kubil (50), warga Kampung Gabus lainnya yang rumahnya juga didatangi Gibran. Ia mengatakan hanya mendengar rencana bantuan tanpa kepastian waktu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kemarin Pak Gibran lihat-lihat doang. Terus katanya besok enggak tahu kapan ada bantuan. Ninjau-ninjau biasa, belum ada bantuan sama sekali,” kata Kubil.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Innalillahi, Rizal Armada Berduka, Anak Keempat Meninggal Dunia di Usia 7 Bulan Kandungan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Modus Pinjam Motor, Pria di Serang Gadaikan Kendaraan Temannya Rp 1 Juta
• 10 jam laludetik.com
thumb
Sederet Kontroversi Bupati Sudewo yang Pernah Didemo Warga Pati Berujung Terjerat OTT KPK
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Panjang Kepala Daerah di Jatim yang Terjerat Korupsi
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Tempe Busuk: Rahasia Kejujuran di Balik Sepincuk Tumpang
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.