Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Selasa (20/1/2026), membawa sejumlah orang yang kemarin terjaring operasi tangkap tangan (OTT), di daerah Pati, Jawa Tengah, ke Kantor KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Salah seorang yang terkena operasi penindakan hukum adalah Sudewo Bupati Pati.
Pantauan suarasurabaya.net, pukul 10.35 WIB, ada enam unit mobil MVP warna hitam yang masuk beriringan ke halaman Kantor KPK.
Kemudian, Sudewo yang memakai kaos polo putih dengan jaket dan celana warna biru tua turun dari mobil.
Dengan pengawalan aparat kepolisian, Sudewo berjalan menuju Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Menyusul di belakang Sudewo tiga orang lainnya yang juga terkena OTT.
Sekadar informasi, Sudewo Bupati Pati sempat viral di media sosial tahun 2025 karena menantang warga Pati yang tidak setuju dengan kebijakannya menaikkan pajak.
Lalu, warga Pati menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, dan menuntut supaya DPRD Pati mencopot Sudewo dari jabatan bupati.
Nama Sudewo juga terseret kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api. Politikus Partai Gerindra itu diduga menerima uang suap dari proyek infrastruktur tersebut waktu masih menjabat sebagai Anggota Komisi V DPR RI.
KPK punya waktu maksimal 1×24 jam untuk memeriksa orang yang ditangkap dalam statusnya sebagai saksi.
Kalau cukup bukti adanya tindak pidana korupsi, KPK bisa meningkatkan status pemeriksaan ke penyidikan, dan menetapkan pihak yang terlibat sebagai tersangka.(rid/lta/ham)


