Disdik DKI Larang Siswa Gunakan Gawai Selama Jam Belajar di Sekolah

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta resmi melarang peserta didik menggunakan gawai selama jam belajar di sekolah.

Kebijakan ini diterapkan untuk menekan distraksi digital yang dinilai mengganggu konsentrasi belajar serta berpotensi berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan anak.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan yang diterbitkan pada Senin (19/1/2026).

Kebijakan ini berlaku di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Disdik DKI Jakarta.

Baca juga: Saat Gaji Kalah Cepat dari Harga Hunian, Pekerja Jakarta Hidup dari Kos ke Kos

Kepala Disdik Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai pelarangan total penggunaan gawai, melainkan sebagai upaya perlindungan terhadap peserta didik.

"Sebagai bentuk perlindungan dari risiko yang mungkin dialami oleh murid ketika menggunakan gawai secara tidak bijak,” ujar Nahdiana dalam keterangan resminya dikutip, Selasa (19/1/2026).

Meski demikian, Disdik tetap membuka ruang penggunaan gawai dalam kondisi tertentu. Gawai masih dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran dan di lokasi yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.

Nahdiana menuturkan, penggunaan gawai yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kecanduan digital, perundungan daring, hingga gangguan kesehatan mental dan fisik pada anak.

Berdasarkan kajian UNICEF tahun 2023, sebanyak 54 persen anak di Indonesia tercatat pernah mengalami perundungan saat menggunakan internet.

Sementara itu, dalam konteks pembelajaran, kajian Smartphone Regulation in Schools: Indonesia’s Context menunjukkan 53 persen guru menilai keberadaan smartphone membuat murid tidak fokus saat pelajaran berlangsung.

Baca juga: Saat Jakarta Bertaruh pada Modifikasi Cuaca, Telan Anggaran Rp 31 Miliar demi Cegah Banjir

Bahkan, 64 persen guru melaporkan murid lebih memilih menggunakan gawai dibandingkan berinteraksi secara langsung.

Sejalan dengan temuan tersebut, hasil survei Disdik DKI Jakarta terhadap 70 satuan pendidikan yang telah menerapkan pembatasan gawai pada 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen murid merasa lebih fokus dalam mengikuti proses pembelajaran setelah penggunaan gawai dibatasi.

“Risiko penggunaan gawai yang tidak bijak dapat berdampak langsung pada kesehatan psikologis, sosial, dan fisiologis anak,” katanya.

Wakil Kepala Disdik Provinsi DKI Jakarta Sarjoko menegaskan, kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

“Gol-nya adalah bagaimana melindungi para siswa kita dari aspek-aspek ketidakbaikan dari teknologi digital ini. Sekolah nyaman, rumah sehat, siswa tumbuh dan berdaya merupakan salah satu iklim Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,” kata Sarjoko.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua bagi peserta didik.

“Sehingga mereka bisa nyaman, aman, merasa terlindungi, dan betul-betul bisa konsentrasi mengikuti proses pembelajaran tanpa terganggu oleh keberadaan gawai,” lanjut Sarjoko.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
CSIS Usul Ambang Batas Parlemen Turun Jadi 3,5 Persen
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Pesan Rahasia Macron ke Trump Terungkap, Sikap Eropa soal Greenland Ternyata Lebih Lunak
• 4 menit lalukompas.tv
thumb
Akselerasi Proyek Waste to Energy Paruh Pertama 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pembersihan Lumpur-Normalisasi Sungai 17 Daerah Sumatera Dikebut Jelang Ramadan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Singkirkan Wakil Prancis, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Melangkah ke Babak 16 Besar Indonesia Masters 2026
• 2 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.