FAJAR, MAROS— Tim SAR Gabungan terus berupaya melakukan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), Selasa, 20 Januari 2026 di kawasan Gunung Bulusaraung.
Kepala Basarnas Makassar, Muh Arif mengatakan, upaya evakuasi kedua korban, yang telah ditemukan masih terus dilakukan.
Hanya saja kondisi cuaca yang terjadi di puncak Gunung Bulusaraung masih diselimuti kabut tebal dan hujan deras.
Sehingga untuk evakuasi kedua korban akan dilakukan melalui darat, dengan opsi estafet paket.
“Untuk mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-5000, akan dilakukan opsi estafet paket,” ungkapnya.
Dia menyebut setiap personel akan di tempatkan di pos dengan masing-masing posisi paket di 350 meter.
“Karena medan yang cukup terjal, sehingga kita menyiagakan beberapa tim SAR di setiap 350 meter untuk mengestafet jenazah, ” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Basarnas Andi Sultan mengatakan saat ini proses evakuasi masih berlangsung.
Jika tak ada halangan, rencananya proses evakuasi akan melalui jalur darat dan di turunkan di Desa Rompegading Kecamatan Cenrana.
“Masih proses evakuasi, kami belum terhubung dengan yang mengevakuasi. Tapi rencana awalnya memang akan dievakuasi melalui jalur Camba,” katanya.
Sekadar diketahui Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat buatan 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Jogjakarta menuju Makassar.
Saat ini, sudah ada dua orang korban jiwa yang ditemukan. Masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. (rin)





