Tuhan Menolong Orang yang Mau Menolong Dirinya Sendiri

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada zaman dahulu, di sebuah desa kecil, hiduplah seorang warga bernama A Niu. Setiap pagi, dia menghabiskan lebih dari tiga jam untuk bersembahyang. Dia sangat percaya pada pepatah: “Semakin sering menyembah, semakin besar pula perlindungan para dewa.”

Di rumahnya, tersusun berbagai patung dewa dalam beragam ukuran dan bentuk.

Suatu hari, kepala desa mengumumkan kepada seluruh warga: “Karena hujan deras yang turun terus-menerus, saluran air tersumbat dan ada kemungkinan besar banjir akan melanda desa ini. Mohon semua warga segera mengemasi barang-barang penting dan mengungsi sementara demi menghindari korban jiwa.”

Sebagian besar warga mengikuti instruksi tersebut. Namun, masih ada segelintir orang yang enggan pergi. 

A Niu bahkan tertawa dan berkata :  “Aku sama sekali tidak takut. Setiap hari aku bersembahyang dengan tulus. Para dewa pasti akan melindungiku. Aku memutuskan untuk tetap tinggal di desa ini.”

Tak lama kemudian, banjir benar-benar datang dan tak terkendali. Semua jalan keluar desa terendam air. Warga yang tidak sempat mengungsi terpaksa naik ke atap rumah sambil menunggu pertolongan. A Niu pun tak terkecuali—dia memanjat atap untuk menghindari derasnya air.

Saat itulah, sebuah keluarga melintas dengan rakit kayu buatan sendiri dan mengajak A Niu ikut bersama mereka. Namun A Niu menolak. Tak lama kemudian, sebuah pohon besar hanyut dan mengapung tepat di depannya. Dia pun tidak memanfaatkannya sebagai alat penyelamat. Beberapa jam berlalu, entah dari mana, sebuah tong kayu besar ikut hanyut mendekat. A Niu tetap mengabaikannya.

Dia hanya terus melafalkan doa-doa, yakin bahwa air sebentar lagi akan surut, sambil membayangkan bagaimana nanti dia akan mendapat “anugerah” dari dewa.

Pada akhirnya, A Niu tenggelam dan meninggal dunia.

Jiwanya kemudian bertemu dengan dewa yang paling dia sembah. 

Dengan penuh amarah, dia memaki : “Wahai Dewa! Apa sebenarnya yang kamu lakukan? Setiap hari aku menyembahmu dengan tulus, tapi kamu justru membiarkanku mati tenggelam. Apa sebenarnya yang kamu lakukan?”

Dewa itu menjawab dengan tenang : “A Niu, Aku telah mengirimkan kepadamu rakit, pohon besar, dan tong kayu. Namun semua kesempatan itu tidak kamu manfaatkan. Dalam kondisi seperti itu, Aku pun tak berdaya menolongmu.”

Renungan / Hikmah Cerita

Di hadapan apa yang sering dianggap sebagai “Tuhan” oleh banyak orang—seperti peluang, keberuntungan, atau takdir—banyak sekali “A Niu” dalam kehidupan nyata yang hanya pasrah menunggu, hingga akhirnya berakhir dengan menyalahkan keadaan atau orang lain.

Sepanjang hidup, kita semua mendambakan kesempatan. Namun seperti kisah sederhana di atas, sering kali kita sendiri tidak tahu sebenarnya kesempatan seperti apa yang kita butuhkan, atau dalam wujud apa dia akan datang. Bahkan ketika kesempatan itu benar-benar muncul, kita kerap belum siap menerimanya.

Terkadang, kita memang cukup beruntung untuk menggenggam satu peluang. Namun karena gagal menangkap peluang berikutnya, atau karena kurangnya kemampuan, ketekunan, dan daya tahan untuk terus mengembangkannya—kita pun berhenti di tengah jalan, sebelum mencapai keberhasilan sejati.

Setiap orang pasti akan mendapatkan keberuntungan. Kesempatan selalu datang secara adil kepada semua orang. Namun, kemampuan untuk menangkap dan memanfaatkannya belum tentu sama.

Karena satu hal yang pasti:  Jika ingin dibantu oleh Tuhan, maka terlebih dahulu kita harus mau menolong diri sendiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Kini Beli Beras SPHP Bisa 5 Pack - Ekonomi China Terancam
• 36 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Swasembada Bawang Putih Ditargetkan Tercapai pada 2029
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Santer Terdengar Menuju Persib Bandung, Segini Gaji Mantan Pemain PSG Layvin Kurzawa, Nominalnya di Luar Nalar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Wardatina Mawa Enggan Rujuk dengan Insanul Fahmi Akhirnya Terbongkar
• 23 jam laluinsertlive.com
thumb
Kasus Penipuan Masuk Akpol Naik Sidik, Pihak Korban Serahkan Bukti Chat yang Seret Nama Adly Fairuz
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.