Cuma Dapat Kuota 30%, Vale Bisa Ajukan Revisi RKAB Sampai 31 Juli 2026

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Area pertambangan PT Vale Indonesia tbk. (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Lucky Leonard Leatemia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dapat mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) hingga 31 Juli 2026.

Hal tersebut menyusul kuota produksi nikel yang disetujui Kementerian ESDM pada tahun ini "hanya" 30% dari total produksi yang diajukan pada RKAB 2026 perusahaan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, perusahaan yang telah melengkapi seluruh persyaratan dapat langsung memperoleh persetujuan. Namun, bagi Vale yang kuotanya dipangkas, pemerintah masih membuka ruang revisi.


"Kan mereka ada kesempatan juga untuk melakukan revisi, paling telat 31 Juli," ungkap Tri Winarno ditemui di Gedung DPR RI, dikutip Selasa (20/01/2026).

Sementara itu, terkait potensi dampak pemangkasan produksi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Tri optimistis target tetap dapat tercapai seiring tren kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Kita juga mempertimbangkan itu, maksudnya sekarang harga juga naik kan. Terus ada beberapa komoditas lain kayak timah juga naik, terus kemudian nikel, emas, dan lain sebagainya. Jadi mudah-mudahan achieve lah," kata Tri.

Sebelumnya, Direktur Utama Vale Bernardus Irmanto mengatakan, RKAB 2026 yang diajukan oleh perusahaan kepada pemerintah dilakukan guna mendukung operasional tambang dan pabrik pengolahan nikel.

Meski tidak menyebutkan angka spesifiknya, kuota produksi yang minim dinilai tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bijih nikel bagi proyek-proyek perusahaan.

Pihaknya memiliki komitmen pasokan yang besar untuk tiga proyek hilirisasi utama yang sedang berjalan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

"Saat ini kami sudah memperoleh approval atau persetujuan atau pengesahan RKAB, namun demikian kuota yang diberikan kepada PT Vale sekitar 30% dari apa yang kami minta. Kemungkinan besar tidak akan bisa memenuhi komitmen-komitmen kami terhadap pabrik-pabrik yang tadi saya jelaskan diatas," ungkap Bernadus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Padahal menurutnya, kinerja produksi Vale sebenarnya sangat positif. Berdasarkan data hingga November 2025, produksi nickel matte dan penjualan bijih nikel perseroan berhasil melampaui target anggaran yang ditetapkan.

Tercatat, realisasi produksi bijih nikel perusahaan hingga November 2025 mencapai 12,80 juta ton dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar 16,60 juta ton. RKAP 2025 tersebut tercatat meningkat hingga 9% dibandingkan realisasi produksi bijih nikel tahun 2024 mencapai 15,20 juta ton.

Baca: Vale Minta Dukungan untuk Tambahan Kuota Produksi Nikel, Ini Kata DPR

(ven/wia)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Produksi Batu Bara dan Nikel Akan Dipangkas Pada 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Benyamin Davnie Minta Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual Siswa SD Dihukum Berat!
• 5 jam laludisway.id
thumb
Ditangkap KPK, Bupati Pati Sudewo Punya Harta Rp 3,1 Miliar tanpa Hutang
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Draf Revisi UU Pemilu Ditargetkan Rampung Juni 2026, Selesai Dibahas pada November
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Investor Pantau Arah Kebijakan Suku Bunga BOJ di Tengah Risiko Inflasi
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
4 Manfaat Makan Jambu di Musim Hujan
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.