Halaman Depan SDN Kokap Kembali Longsor, Dua Bangunan Rata dengan Tanah

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Jatmiko Hadi

TVRINews, Gunung Kidul 

Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di lingkungan SD Negeri Kokap. Longsoran yang terjadi di halaman depan sekolah tersebut mengakibatkan dua bangunan rata dengan tanah dan satu bangunan lainnya mengalami kerusakan parah.

Kepala SDN Kokap, Surohim, menjelaskan longsor diduga kuat dipicu oleh kondisi tanah yang terus menerus terkikis air hujan. Akibatnya, talud penahan tebing yang berada di depan sekolah tidak mampu lagi menahan beban tanah di atasnya.

“Lapisan tanah di bagian depan sekolah terus terkikis air hujan. Talud penahan akhirnya tidak mampu menahan beban, sehingga terjadi longsor dan materialnya langsung menimpa bangunan di bawah,” ujar Surohim.

Material longsoran tersebut menimpa bangunan Aula Koperasi Eks UPTD Kapanewon Kokap yang berada tepat di bawah tebing. Akibat kejadian ini, bangunan aula mengalami kerusakan berat. Sejumlah pilar bangunan patah, dinding dan jendela jebol, serta struktur bangunan dinilai tidak lagi layak digunakan.

Selain itu, longsor juga merusak sejumlah fasilitas di lingkungan SDN Kokap. Area parkir sekolah, ruang UKS, serta ruang dapur dilaporkan hancur dan kini telah rata dengan tanah. Sementara tiga ruangan lainnya, yakni ruang kepala sekolah, ruang guru, serta satu ruang kelas, turut terdampak dan harus dikosongkan demi keselamatan.

Karena kondisi lingkungan sekolah dinilai tidak aman untuk kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah memutuskan menghentikan aktivitas pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa lebih awal. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah risiko terjadinya longsor susulan.

Pihak sekolah saat ini masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan pola pembelajaran selanjutnya. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah memindahkan sementara seluruh aktivitas sekolah ke lokasi lain yang lebih aman.

Surohim menambahkan, untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan penyesuaian kondisi lapangan.

“Kelas lima masih kami fokuskan pembelajarannya di tenda darurat. Untuk kelas enam harus dikosongkan, kemudian kelas enam sementara pindah ke ruang kelas lima. Demi keamanan anak-anak, pihak sekolah dan orang tua sepakat agar kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan,” tuturnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru, orang tua, dan wali murid. Mereka berharap pihak terkait segera mengambil langkah penanganan yang konkret agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman, tanpa dibayangi risiko longsor susulan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Pati Sudewo Diterbangkan dari Bandara Ahmad Yani Semarang ke Jakarta Selasa Pagi
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Smartwatch Kopilot ATR42-500 Masih Aktif, Keluarga Minta SAR Perluas Pencarian
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pramono Anung Targetkan Stasiun Harmoni Sebagai Pusat Nongkrong Baru Warga Jakarta Tahun 2029
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Mengintip Outlook Danantara di 2026, dari Pasar Saham ke Restrukturisasi BUMN
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Tamara Tyasmara Sebut Insiden Timun di Buku Aurelie Paling Menjijikkan: Itu Enggak Banget!
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.